Meski Gagal Bawa Hi-Pass Juara, Eks Rival Megawati Hangestri Tetap Raih Best 7 V-League 2025/2026 dan Singgung Nama Ini
- Facebook Hi Pass
tvOnenews.com - Korea Expressway Hi-Pass harus puas finis sebagai runner-up setelah kalah di partai final V-League 2026 dari GS Caltex. Meski begitu, eks rival Megawati Hangestri tetap menorehkan prestasi individu bergengsi.
Pada 13 April di Grand Walkerhill Seoul, Gwangjin-gu, Seoul, Kang So-hwi resmi terpilih sebagai bagian dari “Best 7” V-League 2025–2026 untuk kategori outside hitter.
Penghargaan ini menjadi pencapaian ketiganya sepanjang karier, sekaligus yang pertama dalam empat tahun terakhir setelah sebelumnya ia meraihnya pada musim 2019–2020 dan 2021–2022 saat masih membela GS Caltex.
- Instagram/hipassvolleyclub
Namun, sorotan tidak hanya tertuju pada prestasinya, melainkan juga pada momen emosional saat ia menyampaikan pidato penerimaan penghargaan.
Dalam suasana yang cukup sensitif, nama mantan pelatih Korea Expressway Corporation, Kim Jong-min (51), sempat menjadi perhatian karena sebelumnya tidak disebutkan oleh banyak pihak di lingkungan tim.
Dalam pidatonya, Kang So-hwi mencoba menyampaikan rasa terima kasihnya, meski sempat terlihat ragu saat menyebut nama sang pelatih.
"Halo. Saya Kang So-hwi. Pertama-tama, saya sangat senang dapat mencapai hasil yang berharga yaitu finis pertama di musim reguler setelah 36 pertandingan, bersama dengan Pelatih Kepala Kim Jong-min, staf pelatih, para pemain, dan para penggemar," ucapnya dilansir dari Star News.
Kim Jong-min sendiri diketahui telah menangani Korea Expressway Corporation sejak Maret 2016 dan mempersembahkan dua gelar juara pada musim 2017–2018 dan 2022–2023.
Pada musim ini, ia kembali membawa tim finis sebagai pemuncak klasemen musim reguler sebelum akhirnya terjadi keputusan mengejutkan.
Namun, pada 26 Maret, hanya enam hari sebelum final championship series, klub memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak sang pelatih.
Kontraknya resmi berakhir pada 31 Maret. Keputusan ini memicu berbagai spekulasi, termasuk dugaan adanya faktor internal dan kontroversi masa lalu.
Keputusan tersebut juga menuai kritik, terutama karena dianggap janggal setelah pelatih berhasil membawa tim menjadi juara musim reguler.
Load more