Jakarta Bhayangkara Presisi Rekrut Pemain Asing Baru untuk AVC Champions League 2026, Middle Blocker Asal Kuba
- Jakarta Bhayangkara Presisi
Jakarta, tvOnenews.com - Jakarta Bhayangkara Presisi dikabarkan rekrut pemain asing baru yang berposisi sebagai middle blocker untuk AVC Champions League 2026.
Jakarta Bhayangkara Presisi akan menjadi perwakilan tuan rumah di AVC Champions League 2026. Turnamen voli antarklub Asia bergengsi ini berlangsung di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 13-17 Mei 2026 mendatang.
Terdapat sebanyak delapan klub dari berbagai negara yang akan berpartisipasi. Kemudian mereka nantinya bakal dibagi ke dalam dua grup (pool), dengan masing-masing grup diisi oleh empat tim.
Pool A dihuni oleh Jakarta Bhayangkara Presisi selaku tuan rumah, Al Rayyan Ray (Qatar), Hyundai Capital Skywalkers (Korea Selatan), serta Zhaiyk VC (Kazakhstan).
Lalu di Pool B ada perwakilan dari Jepang, kemudian juara Iran Foolad Sirjan Iranian, Jakarta Garuda Jaya (Indonesia), serta Nakhon Ratchasima Qmin C VC (Thailand).
Jakarta Bhayangkara Presisi memang belum resmi mengumumkan daftar susunan pemain untuk AVC Champions League 2026.
Namun runner-up Proliga 2026 itu dikabarkan akan membawa empat pemain asing. Terbaru, Bhayangkara dikabarkan merekrut middle blocker asal Kuba yakni Robertlandy Simon.
Hal ini dikabarkan oleh Moji Sports di media sosial Instagram resmi mereka pada Minggu (3/5/2026) siang WIB.
"Done deal! Jakarta Bhayangkara Presisi all out di kompetisi AVC Champions League 2026 dengan mendatangkan pemain asing keempat mereka, Robertlandy Simon sang tembok pertahanan andalan timnas Kuba." tulis @mojisports_.
Ya, sebelumnya Bhayangkara dikabarkan telah merekrut tiga pemain asing yakni Bardia Saadat (Opposite/Iran), yang sebelumnya tampil di sepanjang final four Proliga 2026.
Lalu JBP kembali memanggil Noumory Kieta (Outside Hitter/Mali) dan Rok Mozic (Outside Hitter/Slovenia). Keduanya juga diketahui sebelumnya sama-sama membela Verona Volley di Liga Voli Italia.
Sekadar informasi, Robertlandy Simon sendiri bukanlah pevoli sembarangan. Ia merupakan salah satu middle blocker terbaik dalam sejarah voli dunia, yang lahir di Guantánamo, Kuba, pada 11 Juni 1987 yang dikenal memiliki tinggi 208 cm serta spike keras, blok mematikan, serta lompatan luar biasa yang mencapai hampir 389 cm.
Karier Robertlandy Simon mulai mencuri perhatian saat memperkuat Timnas Voli Kuba sejak usia 17 tahun. Ia bahkan dipercaya menjadi kapten tim nasional selama beberapa tahun dan sukses membawa negaranya meraih medali perak di FIVB Volleyball Men's World Championship serta Grand Champions Cup 2009.
Pada ajang Kejuaraan Dunia 2010, Robertlandy Simon juga meraih penghargaan Best Blocker berkat performa impresifnya di lini tengah.
Sementara dari sisi klub, Simon sempat bermain di berbagai liga top dunia. Ia memulai karier profesional internasional bersama klub Italia, Copra Elior Piacenza pada periode 2012-2014. Bersama klub tersebut, Simon sukses menjuarai CEV Challenge Cup 2012/2013 serta Coppa Italia 2013/2014.
Pada 2014, Simon melanjutkan karier ke Qatar bersama Al Rayyan dan berhasil membawa tim tersebut menjuarai Kejuaraan Dunia Antarklub 2014. Setelah itu, ia pindah ke Liga Voli Korea Selatan memperkuat Ansan OK Financial Group Okman pada 2014-2016.
Bersama Ansan OK Financial Group Okman, Simon sukses meraih dua gelar juara V-League Korea secara beruntun pada musim 2014/2015 dan 2015/2016.
Karier Simon kemudian berlanjut di Brasil bersama Sada Cruzeiro pada 2016-2018. Ia kembali meraih sukses besar dengan memenangkan FIVB Club World Championship 2016 dan 2017.
Setelah itu, Simon pindah ke Italia untuk memperkuat Cucine Lube Civitanova pada 2018-2022 dan meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk Liga Champions Eropa (CEV Champions League) 2018/2019 serta beberapa trofi domestik Italia.
Lalu sejak 2022 hingga sekarang, Simon bermain untuk Gas Sales Bluenergy Piacenza di Liga Italia.
Bersama Timnas Voli Kuba, Robertlandy Simon memiliki sederet prestasi bergengsi, di antaranya juara NORCECA Championship 2009, meraih perak di Kejuaraan Dunia 2010, serta juara NORCECA Champions Cup 2019.
Ia juga membantu Kuba tampil kompetitif di berbagai turnamen internasional seperti Volleyball Nations League (VNL) dan kualifikasi Olimpiade.
Selain prestasi tim, Simon juga mengoleksi banyak penghargaan individu. Salah satunya ialah MVP World Grand Champions Cup 2009, Best Blocker Kejuaraan Dunia 2010, Best Middle Blocker FIVB Club World Championship, hingga MVP Coppa Italia 2021.
(nad)
Load more