Gara-gara Pelatih Timnas Korea, Megawati Hangestri Terancam Minim Menit Bermain di Hyundai Hillstate
- Antara Foto/Nova Wahyudi
Padahal, posisi tersebut merupakan sumber utama serangan dalam permainan voli modern.
Posisi yang paling bermasalah adalah opposite spiker. Ini adalah posisi di mana pemain domestik tidak dapat bertahan di V.League. Hampir setiap tim menggunakan pemain asing untuk peran opposite spiker.
Situasi itu membuat pemain lokal Korea Selatan semakin sulit berkembang karena minim kesempatan tampil reguler di level kompetitif.
Tak hanya itu, media Korea juga menyebut V-League sedang mempertimbangkan tambahan kuota pemain Asia.
Jika benar diterapkan, maka persaingan pemain lokal diperkirakan akan semakin berat.
Namun di sisi lain, usulan Cha Sang-hyun juga memunculkan kekhawatiran baru bagi klub dan operator liga. Banyak pihak menilai kualitas kompetisi bisa menurun jika pemain asing terlalu dibatasi.
Apalagi, klub-klub V-League mengeluarkan dana besar untuk merekrut pemain asing berkualitas demi menjaga daya saing tim dan popularitas liga.
Karena itu, federasi voli Korea Selatan atau KOVO mulai menyiapkan solusi alternatif agar kepentingan tim nasional dan klub tetap seimbang.
Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah menambah jumlah pertandingan musim reguler agar rotasi pemain menjadi lebih wajib dilakukan.
“Oleh karena itu, proposal terbaru adalah untuk memperluas jumlah pertandingan. Saat ini, V-League beroperasi dengan sistem 36 pertandingan, tetapi beberapa klub menyerukan peningkatan drastis dalam jumlah pertandingan untuk mewajibkan rotasi.”
Dengan jadwal pertandingan yang lebih padat, klub diprediksi akan lebih sering memainkan pemain lokal tanpa harus mengurangi total penampilan pemain asing secara signifikan.
Selain itu, ide tersebut dinilai lebih realistis dibanding membentuk liga kasta kedua yang selama ini sulit diwujudkan oleh V-League.
Meski demikian, perubahan aturan tampaknya belum akan diterapkan dalam waktu dekat. Kontrak hak siar V-League saat ini baru akan berakhir setelah musim 2026-2027 selesai.
Meskipun sulit untuk segera menyesuaikan jumlah pertandingan musim depan, perubahan dimungkinkan setelah itu.
Bagi Megawati, situasi ini tentu menjadi perhatian tersendiri. Pasalnya, ia baru saja resmi kembali ke Korea Selatan bersama Hyundai Hillstate setelah tampil impresif selama dua musim bersama Red Sparks.
Load more