GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gara-gara Pelatih Timnas Korea, Megawati Hangestri Terancam Minim Menit Bermain di Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri terancam kehilangan separuh pertandingan bersama Hyundai hillstate setelah pelatih Timnas Korea mengusulkan pembatasan pemain asing.
Jumat, 29 Mei 2026 - 14:59 WIB
Megawati Hangestri saat memperkuat Timnas Voli Putri Indonesia
Sumber :
  • Antara Foto/Nova Wahyudi

tvOnenews.com - Kembalinya Megawati Hangestri Pertiwi ke Liga Voli Korea Selatan bersama Hyundai Hillstate ternyata dibayangi ancaman besar.

Kesempatan Megatron tampil penuh di V-League 2026-2027 bisa berkurang drastis akibat usulan kontroversial dari pelatih Timnas Voli Putri Korea Selatan, Cha Sang-hyun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pelatih Cha baru-baru ini mengusulkan perubahan aturan pemain asing di V-League.

Ia meminta agar pemain asing dan kuota Asia seperti Megawati tidak dimainkan penuh sepanjang musim reguler demi memberi lebih banyak kesempatan kepada pemain lokal Korea Selatan.

Megawati Hangestri saat membela Timnas Voli Putri Indonesia
Megawati Hangestri saat membela Timnas Voli Putri Indonesia
Sumber :
  • Facebook SAVA

Usulan tersebut muncul setelah performa Timnas Voli Putri Korea Selatan terus menurun dalam beberapa tahun terakhir, termasuk setelah terdegradasi dari ajang Volleyball Nations League (VNL) 2025.

Menurut Cha Sang-hyun, dominasi pemain asing di liga domestik membuat jam bermain atlet lokal semakin terbatas, terutama di posisi penting seperti opposite spiker dan outside hitter.

Pada konferensi pers tanggal 20 Mei 2026, Cha menyampaikan usulan yang cukup mengejutkan.

"Setidaknya pada tahun-tahun ketika Asian Games atau Olimpiade diadakan, sekitar setengah dari jadwal V-League harus dimainkan secara eksklusif oleh pemain domestik," kata Cha Sang-hyun dikutip dari SportSeoul.

Jika usulan itu diterapkan, maka pemain asing dan kuota Asia kemungkinan hanya akan tampil pada putaran awal kompetisi dan kembali bermain saat playoff hingga final.

Sebagai informasi, Liga Voli Korea Selatan saat ini menggunakan sistem enam putaran dengan total 36 pertandingan di musim reguler.

Artinya, Megawati dan pemain asing lainnya berpotensi kehilangan sekitar 18 pertandingan jika aturan baru diberlakukan.

Media Korea menilai kondisi ini memang berkaitan dengan ketergantungan klub-klub V-League terhadap pemain asing.

“Ini adalah argumen yang valid. V.League telah memperkenalkan sistem kuota Asia untuk meningkatkan performa. Dalam banyak kasus, setidaknya dua pemain ditetapkan sebagai starter bersama dengan pemain asing. Tidak termasuk libero, hanya empat pemain domestik yang diizinkan berada di lapangan,” tulis SportSeoul.

Masalah paling besar disebut terjadi di posisi opposite spiker, posisi yang kini identik dengan pemain asing.

Padahal, posisi tersebut merupakan sumber utama serangan dalam permainan voli modern.

Posisi yang paling bermasalah adalah opposite spiker. Ini adalah posisi di mana pemain domestik tidak dapat bertahan di V.League. Hampir setiap tim menggunakan pemain asing untuk peran opposite spiker.

Situasi itu membuat pemain lokal Korea Selatan semakin sulit berkembang karena minim kesempatan tampil reguler di level kompetitif.

Tak hanya itu, media Korea juga menyebut V-League sedang mempertimbangkan tambahan kuota pemain Asia.

Jika benar diterapkan, maka persaingan pemain lokal diperkirakan akan semakin berat.

Namun di sisi lain, usulan Cha Sang-hyun juga memunculkan kekhawatiran baru bagi klub dan operator liga. Banyak pihak menilai kualitas kompetisi bisa menurun jika pemain asing terlalu dibatasi.

Apalagi, klub-klub V-League mengeluarkan dana besar untuk merekrut pemain asing berkualitas demi menjaga daya saing tim dan popularitas liga.

Karena itu, federasi voli Korea Selatan atau KOVO mulai menyiapkan solusi alternatif agar kepentingan tim nasional dan klub tetap seimbang.

Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah menambah jumlah pertandingan musim reguler agar rotasi pemain menjadi lebih wajib dilakukan.

“Oleh karena itu, proposal terbaru adalah untuk memperluas jumlah pertandingan. Saat ini, V-League beroperasi dengan sistem 36 pertandingan, tetapi beberapa klub menyerukan peningkatan drastis dalam jumlah pertandingan untuk mewajibkan rotasi.”

Dengan jadwal pertandingan yang lebih padat, klub diprediksi akan lebih sering memainkan pemain lokal tanpa harus mengurangi total penampilan pemain asing secara signifikan.

Selain itu, ide tersebut dinilai lebih realistis dibanding membentuk liga kasta kedua yang selama ini sulit diwujudkan oleh V-League.

Meski demikian, perubahan aturan tampaknya belum akan diterapkan dalam waktu dekat. Kontrak hak siar V-League saat ini baru akan berakhir setelah musim 2026-2027 selesai.

Meskipun sulit untuk segera menyesuaikan jumlah pertandingan musim depan, perubahan dimungkinkan setelah itu.

Bagi Megawati, situasi ini tentu menjadi perhatian tersendiri. Pasalnya, ia baru saja resmi kembali ke Korea Selatan bersama Hyundai Hillstate setelah tampil impresif selama dua musim bersama Red Sparks.

Kehadiran Megawati sendiri selama ini dianggap membawa dampak besar bagi popularitas V-League, khususnya dari pasar Indonesia.

Dukungan penggemar Tanah Air membuat pertandingan liga Korea semakin ramai diperbincangkan di media sosial hingga platform digital.

Kini, publik menunggu keputusan akhir KOVO terkait usulan tersebut.

(tsy)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bukan Megawati Hangestri?! Hyundai Hillstate Ternyata Lebih Dulu Kejar Vanja Bukilic, Ini Alasan Akhirnya Pilih Megatron

Bukan Megawati Hangestri?! Hyundai Hillstate Ternyata Lebih Dulu Kejar Vanja Bukilic, Ini Alasan Akhirnya Pilih Megatron

Hyundai Hillstate sebenarnya telah menyiapkan beberapa kandidat sebelum akhirnya mengunci transfer Megawati Hangestri. Salah satunya Vanja Bukilic yang jadi
TRENDING: Dedi Mulyadi Mau Terapkan Jalan di Jabar Berbayar, hingga Pelatih Korea Bikin Nasib Megawati Hangestri Terancam

TRENDING: Dedi Mulyadi Mau Terapkan Jalan di Jabar Berbayar, hingga Pelatih Korea Bikin Nasib Megawati Hangestri Terancam

Sejumlah kabar besar tengah ramai menjadi perhatian publik. Mulai dari kebijakan Dedi Mulyadi, nasib Megawati Hangestri di V-League, hingga Timnas Indonesia.
Hari Anti Tambang, Warga Pati Demo Tolak Tambang di Kawasan Pegunungan Kendeng

Hari Anti Tambang, Warga Pati Demo Tolak Tambang di Kawasan Pegunungan Kendeng

Ratusan warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggelar aksi demonstrasi memperingati Hari Anti Tambang, Jumat (29/5/2026).
Pemkot Yogyakarta Bakal Hapus Bertahap Bentor, Prioritaskan Becak Listrik di Kawasan Malioboro

Pemkot Yogyakarta Bakal Hapus Bertahap Bentor, Prioritaskan Becak Listrik di Kawasan Malioboro

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bakal menghapus moda transportasi becak motor (bentor) secara bertahap dan menggantikannya dengan becak listrik. 
Netanyahu Sebut Israel Kini Kuasai 60 Persen Gaza, Targetkan Naik Jadi 70 Persen

Netanyahu Sebut Israel Kini Kuasai 60 Persen Gaza, Targetkan Naik Jadi 70 Persen

Benjamin Netanyahu menyebut Israel kini menguasai 60 persen wilayah Gaza dan menargetkan kontrol meningkat menjadi 70 persen.
Membedah Spiritualitas Kurban: Meneladani Hati yang Bersih dari Kisah Nabi Ibrahim

Membedah Spiritualitas Kurban: Meneladani Hati yang Bersih dari Kisah Nabi Ibrahim

Perayaan Iduladha setiap tahunnya bukan sekadar seremoni pembagian konsumsi daging, melainkan momentum bagi umat Muslim untuk merenungi kembali makna kepasrahan agung keluarga Nabi Ibrahim AS.

Trending

Viral, Jual Daging Kurban di Media Sosial, Tokoh Agama Lontarkan Komentar Menohok

Viral, Jual Daging Kurban di Media Sosial, Tokoh Agama Lontarkan Komentar Menohok

Belakangan ini, sebagian publik dikejutkan dengan viralnya di media sosial, terkait jual daging kurban di media sosial. Sontak, insiden itu memicu komentar
Tak Hanya Keracunan Makanan, Polisi Curigai Penyebab Lain dari Meninggalnya Keluarga di Glamping Posong Temanggung

Tak Hanya Keracunan Makanan, Polisi Curigai Penyebab Lain dari Meninggalnya Keluarga di Glamping Posong Temanggung

Insiden tragis menimpa satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang yang ditemukan tewas di dalam tenda Glamping, Temanggung. Polisi curigai penyebab lain
Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Tak Hanya Habiburokhman, IMM Ikut Berkomentar soal Prabowo Kurban Pakai APBN: Tak Langgar Aturan

Tak Hanya Habiburokhman, IMM Ikut Berkomentar soal Prabowo Kurban Pakai APBN: Tak Langgar Aturan

Tidak hanya Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman yang angkat bicara soal pembelian hewan kurban Presiden Prabowo Subianto menggunakan APBN. Namun, DPP IMM ikut
Prodi Ilmu Komunikasi UMT Raih akreditasi UNGGUL

Prodi Ilmu Komunikasi UMT Raih akreditasi UNGGUL

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Tangerang resmi meraih predikat Akreditasi UNGGUL berdasarkan Keputusan Dewan Eksekutif LAMSPAK Nomor 156/AK.03.05/2026 tanggal 25 Mei 2026.
Media Vietnam Sebut Timnasnya Tertekan Gara-gara John Herdman Panggil Pemain-pemain Andalan ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnasnya Tertekan Gara-gara John Herdman Panggil Pemain-pemain Andalan ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

John Herdman membuat salah satu media Vietnam mulai khawatir dengan kekuatan timnasnya. Pasalnya, Herdman memanggil pemain-pemain andalan ke Timnas Indonesia.
Libur Idul Adha 1447 H, Volume Kendaraan di Tol Layang MBZ Melonjak 10,89 Persen

Libur Idul Adha 1447 H, Volume Kendaraan di Tol Layang MBZ Melonjak 10,89 Persen

Lonjakan volume kendaraan terjadi di ruas Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) seiring dengan momentum libur panjang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT