News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Agen Megawati Hangestri Yakin Megatron Akan Lebih Ganas di Hyundai Hillstate, Efek Duet dengan Setter Terbaik Korea

Harapan besar mulai mengiringi perjalanan Megawati Hangestri bersama Hyundai Hillstate. Agen voli Korea sudah prediksi Megatron mampu tampil lebih tajam.
Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:34 WIB
Megawati Hangestri resmi bergabung Hyundai Hillstate
Sumber :
  • Instagram @hdecvolleyballteam - ChatGPT

tvOnenews.com - Harapan besar mulai mengiringi perjalanan Megawati Hangestri bersama Hyundai Hillstate.

Bahkan sebelum menjalani debut resminya di musim 2026-2027, pevoli andalan Indonesia itu sudah diprediksi mampu tampil lebih tajam dibandingkan saat masih berseragam Daejeon JungKwanJang Red Sparks.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prediksi tersebut disampaikan langsung oleh agen Megawati di Korea Selatan, Chris Kim. Menurutnya, ada satu faktor penting yang bisa membuat performa Megatron meningkat drastis musim depan, yakni kesempatan bermain bersama setter utama Timnas Korea Selatan, Kim Da-in.

Setter Hyundai Hillstate, Kim Da-in (kiri) dan Megawati Hangestri saat berseragam Red Sparks (kanan).
Setter Hyundai Hillstate, Kim Da-in (kiri) dan Megawati Hangestri saat berseragam Red Sparks (kanan).
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / KOVO

Chris Kim menilai kualitas setter memiliki pengaruh besar terhadap ketajaman seorang opposite hitter. Karena itu, ia sangat antusias menantikan kolaborasi antara Megawati dan Kim Da-in di Hyundai Hillstate.

“Di Hyundai Hillstate, ada Kim Da-in, setter utama di Timnas Korea, dan setter terbaik di Korea saat ini,” ucap Chris Kim.

Ia menjelaskan bahwa kemampuan seorang penyerang tidak akan keluar secara maksimal tanpa dukungan setter yang mampu memberikan umpan berkualitas.

"Saya sangat menantikan Megawati Hangestri membangun kerja sama baru dengan setter terbaik seperti Kim Da-in," katanya.

Kim Da-in, Hyundai Hillstate
Kim Da-in, Hyundai Hillstate
Sumber :
  • KOVO

Menurut Chris Kim, Kim Da-in memiliki kemampuan mengatur ritme permainan dan mendistribusikan bola secara presisi.

“Sehebat apa pun penyerang, jika tidak bertemu setter yang baik, dia tidak bisa mengeluarkan kemampuan 100 persen,” tambah Chris Kim.

Hal tersebut diyakini akan membantu Megawati mengeluarkan seluruh potensi terbaiknya di lapangan.

Bahkan, ia memprediksi duet keduanya bisa menjadi salah satu kombinasi paling berbahaya di Liga Voli Korea musim depan.

"Saya yakin kombinasi Megawati Hangestri dan Kim Da-in akan sangat luar biasa," lanjutnya.

Megawati Hangestri saat di Red Sparks
Megawati Hangestri saat di Red Sparks
Sumber :
  • Antara

Situasi tersebut disebut memiliki kemiripan dengan perjalanan Megawati saat membela Red Sparks.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kala itu, Megatron mampu tampil impresif berkat kerja sama apik dengan setter senior Yeum Hye-seon yang dikenal sebagai salah satu pengatur serangan terbaik di V-League.

Kini, Chris Kim melihat Kim Da-in memiliki kapasitas untuk memainkan peran serupa. Bahkan, ia percaya setter berusia 26 tahun tersebut dapat membantu Megawati mencapai level permainan yang lebih tinggi lagi.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bantah Dakwaan, Kubu Yaqut Pertanyakan Kerugia Keuangan Negara Rp622 Miliar

Bantah Dakwaan, Kubu Yaqut Pertanyakan Kerugia Keuangan Negara Rp622 Miliar

Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut menjalani sidang perdana atas kasus dugaan korupsi kuota haji periode 2023-2024 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (12/8/2026).
Dugaan Penyiapan Uang 1 Juta Dolar AS dari Gus Yaqut ke Pansus Haji DPR RI, Ini Kata KPK

Dugaan Penyiapan Uang 1 Juta Dolar AS dari Gus Yaqut ke Pansus Haji DPR RI, Ini Kata KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami soal dugaan penyiapan uang 1 juta Dolar Amerika Serikat (AS) dari mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut untuk diserahkan ke Panitia Khusus atau Pansus Haji DPR RI.
Gus Alex Bantah Terima Uang Korupsi Kuota Haji, Dakwaan Jaksa Disebut Zalim

Gus Alex Bantah Terima Uang Korupsi Kuota Haji, Dakwaan Jaksa Disebut Zalim

Terdakwa korupsi kuota haji, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex merespon soal dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang menyebut bahwa dirinya telah memperkaya diri dengan penerimaan uang USD 5.233.800 dan Rp330 juta.
Dari Polewali Mandar ke Istana: Cerita Ismi Ulfaida, Siswa Sekolah Rakyat Pertama Dalam Barisan Paskibraka Nasional

Dari Polewali Mandar ke Istana: Cerita Ismi Ulfaida, Siswa Sekolah Rakyat Pertama Dalam Barisan Paskibraka Nasional

Di bawah terik matahari Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/8) siang itu, bunyi derap sepatu Paskibraka yang bersahutan menciptakan irama kedisiplinan di lapangan Pusat Pengembangan SDM Kemendikdasmen. 
Ekshumasi Jasad Sutrimo Selesai, Dokter Forensik Pastikan Tak Ada Luka Bekas Kekerasan di Tubuh

Ekshumasi Jasad Sutrimo Selesai, Dokter Forensik Pastikan Tak Ada Luka Bekas Kekerasan di Tubuh

Polda Metro Jaya bersama tim gabungan dokter forensik selesai melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (12/8), guna mengungkap penyebab kematian almarhum.
Pasal 50 A UU P2SK Diuji ke MK, Pemohon: Berpotensi Samarkan Hasil Tindak Pidana

Pasal 50 A UU P2SK Diuji ke MK, Pemohon: Berpotensi Samarkan Hasil Tindak Pidana

Pemuda Bulan Bintang mengajukan permohonan pengujian materiil Pasal 50A ayat (5) dan ayat (6) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Trending

Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Uang yang dikembalikan Raja Juli ke KPK ternyata kurang 2.000 dolar Singapura. Padahal, pemberian amplop dari Suhardiman kepada Menhut sebesar 14.000 Dolar Singapura.
Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas. Kali ini, pihak Ruben meminta dilakukan audit terhadap uang nafkah anak yang selama ini disalurkan ke Sarwendah.
Idap HIV, Pelaku Mutilasi Depok Rutin Kontrol hingga Ikut Kajian

Idap HIV, Pelaku Mutilasi Depok Rutin Kontrol hingga Ikut Kajian

Fakta baru ditemukan dalam kasus mutilasi Depok. Fakta barunya, yakni pelaku mengidap HIV. Selama ini dia rutin kontrol dan membeli obat.
Sidang Bupati Pati Sudewo Memanas, Camat Blak-blakan soal Ancaman Copot hingga Nominal Mahar Jabatan Perangkat Desa

Sidang Bupati Pati Sudewo Memanas, Camat Blak-blakan soal Ancaman Copot hingga Nominal Mahar Jabatan Perangkat Desa

Sidang Bupati Pati nonaktif Sudewo mengungkap dugaan ancaman terhadap camat yang menolak pengisian perangkat desa. Saksi juga menyebut adanya syarat uang hingga ratusan juta.
Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin, Jasaraharja Putera Tinjau Kondisi Korban

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin, Jasaraharja Putera Tinjau Kondisi Korban

Insiden kebakaran melanda Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin saat berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, pada Rabu (12/8/2026).
Praktisi Hukum Prediksi Ruben Onsu Sulit Rebut Hak Asuh Anak, Soroti Bukti yang Dibawa ke Pengadilan

Praktisi Hukum Prediksi Ruben Onsu Sulit Rebut Hak Asuh Anak, Soroti Bukti yang Dibawa ke Pengadilan

Upaya Ruben Onsu untuk mendapatkan hak asuh anak dari mantan istrinya, Sarwendah, diprediksi menghadapi jalan yang tidak mudah. Apa alasannya?
Pemerintah Dorong Wilayah 3T Lepas dari Ketergantungan Program Internet Bersubsidi

Pemerintah Dorong Wilayah 3T Lepas dari Ketergantungan Program Internet Bersubsidi

BAKTI Komdigi mulai menyiapkan strategi keluar (exit strategy) dari sejumlah wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang telah memiliki tingkat kematangan konektivitas tertentu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT