News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Belum Juga Mulai Liga Voli Korea, Pelatih Hyundai Hillstate Sudah Dibuat Pusing karena Jadwal Padat Para Pemain

Menjelang gelaran Liga Voli Korea 2026/2027, Pelatih hyundai Hillstate, Kang Sung Hyung sudah dibuat pusing dengan persiapan mereka menghadapi musim depan.
Jumat, 26 Juni 2026 - 14:40 WIB
Foto Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung
Sumber :
  • Facebook Hyundai Hillstate

tvOnenews.com - Menjelang gelaran Liga Voli Korea 2026/2027 mendatang, Pelatih hyundai Hillstate, Kang Sung Hyung sudah dibuat pusing dengan persiapan mereka untuk menghadapi musim depan.

Pelatih Kang Sung-hyung mengkhawatirkan persiapan Hyundai Hillstate yang kemungkinan akan terganggu dengan jadwal internasional yang cukup padat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasalnya, sejumlah pemain penting kemungkinan akan terlambat bergabung dengan skuad Hyundai Hillstate untuk persiapan menghadapi Liga Voli Korea musim depan.

Pelatih Hillstate Kang Sung-hyung
Pelatih Hillstate Kang Sung-hyung
Sumber :
  • Instagram @hdecvolleyballteam

Kekhawatiran itu disampaikan langsung oleh Kang Sung-hyung jelang persiapan skuad Hyundai Hillstate untuk musim depan.

Melansir dari laman Kyeonggi, Hyundai Hillstate sendiri diyakini membutuhkan waktu persiapan yang cukup panjang mengingat mereka ditinggal sejumlah pemain penting di musim lalu.

Pensiunnya middle blocker senior, Yang Hyo-jin serta kepergian pemain kuota Asia Jahstice Yauichi membuat Hyundai Hillstate harus merubah gaya permainan musim depan.

Dua pemain itu pun akan digantikan oleh duet pemain asing baru yakni Megawati Hangestri dan Jordan Wilson.

Kyeonggi menjelaskan jika kehadiran Mega dan Wilson akan membuat Hyundai Hillstate meninggalkan gaya menyerang dari posisi tengah dan fokus mematangkan gaya bermain serangan cepat pada musim depan.

Sehingga Chemistry antara setter dan para hitter di posisi sayap harus benar-benar terbangun dengan baik sebelum dimulainya Liga Voli Korea 2026/2027.

Hal itu lah yang menjadi kekhawatiran dari Kang Sung-hyung karena setter utama mereka, Kim Da-in, kemungkinan akan terlambat bergabung dengan skuad Hyundai Hillstate karena agenda internasional dengan Timnas Voli Korea Selatan.

Kim Da-in dilaporkan kemungkinan besar akan menjadi pemain terakhir yang gabung skuad Hyundai Hillstate karena harus berlaga di Asian Games 2026.

Jung Ho-young Megawati Hangestri saat di Red Sparks
Jung Ho-young Megawati Hangestri saat di Red Sparks
Sumber :
  • KOVO

Padahal, Megawati Hangestri dijadwalkan tiba di Korea pada tanggal 1 Juli dan Jordan Wilson pada bulan Agustus.

"Saya akan meminimalkan proses coba-coba di awal dengan menciptakan sistem di mana penyerang beradaptasi dengan setter." kata Kang Sung-hyung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Koordinasi sangat penting dalam bola voli, jadi kekhawatiran terbesar adalah kurangnya waktu untuk berlatih bersama," tutupnya.

Asian Games 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang di Nagoya, Jepang.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dugaan Penyiapan Uang 1 Juta Dolar AS dari Gus Yaqut ke Pansus Haji DPR RI, Ini Kata KPK

Dugaan Penyiapan Uang 1 Juta Dolar AS dari Gus Yaqut ke Pansus Haji DPR RI, Ini Kata KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami soal dugaan penyiapan uang 1 juta Dolar Amerika Serikat (AS) dari mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut untuk diserahkan ke Panitia Khusus atau Pansus Haji DPR RI.
Gus Alex Bantah Terima Uang Korupsi Kuota Haji, Dakwaan Jaksa Disebut Zalim

Gus Alex Bantah Terima Uang Korupsi Kuota Haji, Dakwaan Jaksa Disebut Zalim

Terdakwa korupsi kuota haji, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex merespon soal dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang menyebut bahwa dirinya telah memperkaya diri dengan penerimaan uang USD 5.233.800 dan Rp330 juta.
Dari Polewali Mandar ke Istana: Cerita Ismi Ulfaida, Siswa Sekolah Rakyat Pertama Dalam Barisan Paskibraka Nasional

Dari Polewali Mandar ke Istana: Cerita Ismi Ulfaida, Siswa Sekolah Rakyat Pertama Dalam Barisan Paskibraka Nasional

Di bawah terik matahari Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/8) siang itu, bunyi derap sepatu Paskibraka yang bersahutan menciptakan irama kedisiplinan di lapangan Pusat Pengembangan SDM Kemendikdasmen. 
Ekshumasi Jasad Sutrimo Selesai, Dokter Forensik Pastikan Tak Ada Luka Bekas Kekerasan di Tubuh

Ekshumasi Jasad Sutrimo Selesai, Dokter Forensik Pastikan Tak Ada Luka Bekas Kekerasan di Tubuh

Polda Metro Jaya bersama tim gabungan dokter forensik selesai melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (12/8), guna mengungkap penyebab kematian almarhum.
Pasal 50 A UU P2SK Diuji ke MK, Pemohon: Berpotensi Samarkan Hasil Tindak Pidana

Pasal 50 A UU P2SK Diuji ke MK, Pemohon: Berpotensi Samarkan Hasil Tindak Pidana

Pemuda Bulan Bintang mengajukan permohonan pengujian materiil Pasal 50A ayat (5) dan ayat (6) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Denny Indrayana Gelar Sayembara Rp100 Juta Temukan Ijazah Gibran

Denny Indrayana Gelar Sayembara Rp100 Juta Temukan Ijazah Gibran

Polemik mengenai ijazah SMA/sederajat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian setelah muncul sayembara berhadiah Rp100 juta yang digagas Denny Indrayana.

Trending

Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Uang yang dikembalikan Raja Juli ke KPK ternyata kurang 2.000 dolar Singapura. Padahal, pemberian amplop dari Suhardiman kepada Menhut sebesar 14.000 Dolar Singapura.
Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas. Kali ini, pihak Ruben meminta dilakukan audit terhadap uang nafkah anak yang selama ini disalurkan ke Sarwendah.
Idap HIV, Pelaku Mutilasi Depok Rutin Kontrol hingga Ikut Kajian

Idap HIV, Pelaku Mutilasi Depok Rutin Kontrol hingga Ikut Kajian

Fakta baru ditemukan dalam kasus mutilasi Depok. Fakta barunya, yakni pelaku mengidap HIV. Selama ini dia rutin kontrol dan membeli obat.
Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin, Jasaraharja Putera Tinjau Kondisi Korban

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin, Jasaraharja Putera Tinjau Kondisi Korban

Insiden kebakaran melanda Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin saat berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, pada Rabu (12/8/2026).
Pemerintah Dorong Wilayah 3T Lepas dari Ketergantungan Program Internet Bersubsidi

Pemerintah Dorong Wilayah 3T Lepas dari Ketergantungan Program Internet Bersubsidi

BAKTI Komdigi mulai menyiapkan strategi keluar (exit strategy) dari sejumlah wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang telah memiliki tingkat kematangan konektivitas tertentu.
Praktisi Hukum Prediksi Ruben Onsu Sulit Rebut Hak Asuh Anak, Soroti Bukti yang Dibawa ke Pengadilan

Praktisi Hukum Prediksi Ruben Onsu Sulit Rebut Hak Asuh Anak, Soroti Bukti yang Dibawa ke Pengadilan

Upaya Ruben Onsu untuk mendapatkan hak asuh anak dari mantan istrinya, Sarwendah, diprediksi menghadapi jalan yang tidak mudah. Apa alasannya?
Sidang Bupati Pati Sudewo Memanas, Camat Blak-blakan soal Ancaman Copot hingga Nominal Mahar Jabatan Perangkat Desa

Sidang Bupati Pati Sudewo Memanas, Camat Blak-blakan soal Ancaman Copot hingga Nominal Mahar Jabatan Perangkat Desa

Sidang Bupati Pati nonaktif Sudewo mengungkap dugaan ancaman terhadap camat yang menolak pengisian perangkat desa. Saksi juga menyebut adanya syarat uang hingga ratusan juta.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT