Bangga! Tim Panjat Tebing Indonesia Borong Medali di World Climbing Series Krakow 2026
- NOC Indonesia-Naif Al'As
Di sisi lain, estafet putra menjadi satu-satunya nomor di World Climbing Series Krakow 2026 yang tak membuahkan medali bagi kontingen Indonesia.
Pencapaian terbaik dicatatkan oleh Raharjati/Robby yang tampil di babak perebutan medali perunggu, tetapi hanya mampu membukukan catatan waktu 13,55 detik, menyerahkan podium ketiga kepada pasangan Ukraina Hryhorii Ilchyshyn/Yaroslav Tkach (10,73 detik).
Sedangkan atlet panjat tebing Indonesia lainnya belum berhasil membawa pulang hasil terbaik di Krakow. Sebut saja ada Kadek Adi Asih dan Rajiah yang sempat putaran final dengan catatan waktu masing-masing 6,512 detik dan 6,592 detik, harus terhenti di babak perempat final.
Selanjutnya ada Aditya Tri Syahria, Robby, dan Veddriq Leonardo mencatatkan waktu kualifikasi 4,873 detik, 5,160 detik, dan 5,223 detik untuk melangkah ke putaran final nomor perseorangan putra. Sayangnya Aditya terhenti di semifinal, sedangkan Robby dan Veddriq sama-sama mengakhiri langkah di 16 besar.
Lalu pasangan Raharjati/Rajiah yang turun sebagai Indonesia 1 di estafet campuran sempat mencapai babak perebutan medali perunggu, namun mencatatkan waktu 11,35 detik dan menyerahkan podium ketiga jadi milik pasangan China Zhou Yafei/Zhao Yicheng (11,17 detik).
Terakhir ada pasangan Kadek Adi Asih/Bertdighna Devi Surya Kusuma turun di nomor estafet putri, tetapi mereka berakhir menempati peringkat ke-20 setelah gagal mencatatkan waktu karena fall.
Hasil keseluruhan ini membuat tim panjat tebing Indonesia berada di posisi ketiga di klasemen akhir perolehan medali.
China sangat mendominasi dengan membawa pulang dua emas, satu perak, satu perunggu. Begitu juga dengan Amerika Serikat di posisi kedua. Sedangkan Polandia di posisi keempat dengan dua perak, serta Ukraina di peringkat kelima dengan satu perunggu.
(ant/nad)
Load more