Voli Korea Diguncang Skandal: Atlet Disabilitas Dihina hingga Ditendang Pelatih, Lisensi Terancam Dicabut
- tvOnenews.com
Jakarta, tvOnenews.com - Dunia voli Korea Selatan kembali diguncang skandal, setelah muncul dugaan pelanggaran hak asasi terhadap atlet disabilitas yakni berupa tindakan kekerasan verbal dan fisik yang dilakukan seorang pelatih terhadap para pemain.
Yonhap News melaporkan bahwa seorang pelatih berinisial A terancam menerima sanksi berat hingga pencabutan lisensi kepelatihan setelah hasil investigasi menemukan adanya tindakan kekerasan verbal dan fisik terhadap para pemain tim bola voli duduk Kota Cheonan.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Sports Ethics Center atau Pusat Etika Olahraga Korea Selatan telah menyelesaikan proses investigasi yang berlangsung lebih dari tiga bulan.
Berdasarkan hasil penyelidikan internal, Sports Ethics Center telah menerima sebagian besar laporan yang diajukan para atlet dan pada 13 Juli merekomendasikan kepada Pemerintah Kota Cheonan agar menjatuhkan hukuman disiplin berat sekaligus mengajukan pencabutan lisensi kepelatihan terhadap pelatih A.
Kasus ini bermula pada April 2026 lalu ketika sembilan atlet tim bola voli duduk melaporkan sang pelatih ke Sports Ethics Center.
Saat itu mereka menuding pelatih tersebut melakukan berbagai bentuk pelanggaran hak asasi, mulai dari kekerasan verbal hingga tindakan fisik selama proses latihan.
Dalam surat pemberitahuan kepada para atlet dan Pemerintah Kota Cheonan, Sports Ethics Center menyatakan bahwa pelatih A terbukti memanfaatkan posisi dan kewenangannya sebagai pelatih.
Pelatih A diketahui terus-menerus melontarkan kata-kata kasar, menghina, serta merendahkan martabat para atlet melalui panggilan telepon maupun pesan singkat sejak 2022 hingga akhir 2025.
Tak hanya itu, Sports Ethics Center juga menyimpulkan bahwa pelatih A melakukan tindakan fisik yang melampaui batas pembinaan.
Bahkan beberapa tindakan yang disebutkan antara lain melempar bola voli ke arah atlet penyandang disabilitas hingga menendang tulang kering mereka, yang dinilai berpotensi menyebabkan cedera dan termasuk bentuk kekerasan.
Namun Pelatih A sendiri sempat membantah seluruh tuduhan tersebut. Ia mengklaim bahwa ucapan-ucapan keras yang dilontarkannya hanya merupakan luapan emosi dalam hubungan yang akrab dengan para pemain.
Selain itu ia juga menegaskan tidak pernah berniat melukai atau mengancam atlet dan menyebut tindakan itu sebagai bagian dari proses latihan yang sah. Namun, pembelaan tersebut tidak diterima oleh Sports Ethics Center.
Menyusul hasil investigasi tersebut, Pemerintah Kota Cheonan kini bersiap menggelar sidang komite kepegawaian tim olahraga kerja untuk menentukan sanksi lanjutan terhadap pelatih A, termasuk kemungkinan pemberhentian dan pencabutan lisensi kepelatihannya.
Sebelumnya skandal juga sempat mewarnai Liga Voli Korea, setelah seorang pelatih diduga melakukan pelecehan seksual. Hingga saat ini investigasi masih berlanjut.
(nad)
Load more