Media Korea Beberkan 'PR' Timnas Voli Putri Korea Selatan Meski Unbeaten di Laga Uji Coba Menghadapi Indonesia
- volleyballworld.com
tvOnenews.com - Timnas Voli Putri Korea Selatan tampil apik saat menjalani tiga laga uji coba menghadapi Indonesia sepanjang pekan kemarin.
Pada laga uji coba yang berlangsung di Jecheon, Timnas Voli Putri Korea Selatan berhasil menyapu bersih kemenangan.
Kang So-hwi cs menutup rangkaian uji coba menghadapi Indonesia dengan kemenangan 3-1, 3-1, dan 3-0.
- volleyballworld.com
Meski tampil dominan, siap sangka penampilan apik Timnas Voli Putri Korea Selatan itu ternyata masih menyimpan banyak pekerjaan rumah.
Melansir dari laman Sports DongA, tim pelatih Timnas Voli Putri Korea Selatan masih menemukan sejumlah kekurangan.
Meski hasilnya sempurna, pelatih kepala Cha Sang-hyun menilai performa tim belum sepenuhnya sesuai harapan.
Fokus evaluasi tertuju pada efektivitas serangan dari barisan belakang yang dinilai masih belum konsisten sepanjang pertandingan.
Menurut Cha Sang-hyun, kontribusi opposite spiker dalam membangun serangan dari lini belakang masih perlu ditingkatkan.
Pemain seperti Na Hyun-soo dari Hyundai Hillstate, Jung Yoon-ju dari Pink Spiders, hingga Park Eun-seo dari SOOP disebut belum menunjukkan performa maksimal.
Ia menilai serangan dari lini belakang menjadi elemen penting untuk menghadapi lawan-lawan kuat di level Asia.
Tanpa dukungan serangan tersebut, tim akan lebih mudah dibaca karena hanya mengandalkan variasi serangan dari barisan depan.
“Kita perlu meningkatkan porsi dan tingkat keberhasilan serangan dari barisan belakang. Permainan ofensif kita di barisan depan telah meningkat dalam hal organisasi. Namun, kita membutuhkan pola permainan di mana kita dapat menerobos dengan kekuatan dari barisan belakang selama situasi transisi di mana pertahanan berada dalam posisi bertahan, tetapi kita kekurangan pemain yang mampu mengeksekusi hal ini," kata Cha Sang-hyun.
"Kita tentu saja mempersiapkan setiap permainan sebagai kebiasaan, tetapi serangan kita belum berada pada level yang menimbulkan ancaman signifikan terhadap blok lawan. Karena hal itu tidak terjadi secara instan hanya karena kita memutuskan untuk melakukannya, tampaknya kita membutuhkan lebih banyak waktu.” lanjutnya.
- volleyballworld.com
Menurut Sports DongA, situasi itu dipengaruhi karakter kompetisi V League yang lebih banyak mengandalkan pemain asing sebagai eksekutor serangan belakang atau opposite.
Akibatnya, opposite spiker lokal dinilai belum memiliki pengalaman yang cukup dalam menjalankan peran tersebut.
Pada musim V-League 2025-2026, Na Hyun-soo menjadi satu-satunya pemain domestik yang mencatat persentase serangan barisan belakang di atas 10 persen.
Untuk mengatasi kelemahan itu, Cha beberapa kali melakukan pergantian setter dan opposite hitter ketika rotasi memasuki momen krusial.
Strategi tersebut bertujuan menjaga opposite hitter tetap berada di barisan depan selama mungkin agar serangan lebih efektif.
Namun, keterbatasan jumlah pemain dan aturan maksimal enam pergantian setiap set membuat rotasi tidak selalu berjalan ideal.
Evaluasi tersebut menjadi bekal penting sebelum Korea Selatan tampil pada Kejuaraan Asia Agustus dan Asian Games 2026.
Menjelang Kejuaraan Asia dan Asian Games 2026, pelatih Cha Sang-hyun berencana meningkatkan latihan serangan barisan belakang agar kontribusi para opposite spiker semakin maksimal.
(akg)
Load more