Duet Megawati dan Jordan Wilson Mulai Bikin Deg-degan, Hyundai Hillstate Bisa Gemparkan Liga Voli Korea 2026/2027?
- Tangkapan layar
Salah satu penampilan paling mencolok terjadi ketika Arizona menghadapi Kansas pada 2024. Wilson mencetak 37 kill dalam satu pertandingan.
- Instagram @hdecvolleyballteam
Sepanjang kariernya di level perguruan tinggi, ia mengumpulkan lebih dari 1.500 kill. Setelah itu, Grand Rapids Rise memilihnya pada putaran ketiga Major League Volleyball Draft 2025 sebagai pilihan ke-18.
Kini, Wilson menghadapi tantangan berbeda. Untuk pertama kalinya, ia akan menjalani musim profesional di Liga Voli Korea setelah Hyundai Hillstate memilihnya pada urutan kedua draft pemain asing KOVO di Praha.
Wilson dan Megawati, Saling Melengkapi di Dua Sisi Lapangan
Kekuatan utama duet ini justru terletak pada perbedaan peran. Megawati ditempatkan sebagai opposite yang beroperasi dari sisi kanan, sedangkan Wilson bermain sebagai outside hitter dari sisi kiri.
Skema tersebut memungkinkan Hyundai memiliki ancaman serangan dari dua sisi. Ketika blok lawan terlalu fokus mengantisipasi Megawati, Wilson dapat menjadi opsi serangan dari sisi luar. Sebaliknya, receive dan kemampuan bertahan Wilson memberikan fondasi agar permainan Hyundai tidak hanya bergantung pada serangan.
Dalam laga uji coba pramusim, kombinasi tersebut mulai memperlihatkan potensinya. Megawati menjalani debut bersama Hillstate menghadapi Pilsung Wonder Dogs dan membantu tim meraih kemenangan 3-0. Dalam pertandingan tersebut, ia dimainkan sebagai opposite dan terlihat mulai membangun koneksi dengan setter Kim Da-in serta Wilson.
Menariknya, Wilson sendiri sebelumnya mengakui proses adaptasinya di Korea tidak mudah. Ia harus memahami lingkungan baru, sistem permainan, dan pola komunikasi yang berbeda. Kehadiran Megawati menjadi salah satu faktor yang membuat proses tersebut lebih ringan karena keduanya menggunakan penerjemah yang sama dan lebih sering berinteraksi.
Hubungan itu juga berkembang menjadi pertukaran masukan. Wilson mengatakan keduanya saling memberikan saran untuk menyesuaikan diri dengan gaya bermain di Korea.
“Saya memberikan banyak masukan kepadanya, atau dia memberikan banyak masukan kepada saya, yang membantu saya menyesuaikan diri dengan gaya bermain yang diterapkan di sini, di K League atau V League,” papar Wilson.
Bagi Hyundai Hillstate, kombinasi tersebut menawarkan sesuatu yang berbeda: bukan dua pemain yang harus berebut menjadi pusat serangan, melainkan dua pemain dengan tugas yang dapat saling mengisi.
Load more