Usai Kalahkan Anak Didik Khabib Nurmagomedov, Song Yadong Kini Incar Petarung Rusia Ini
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @yadongsong
Faber Ingin Song Membalas Kekalahan dari Yan
Keinginan Faber melihat Song kembali menghadapi Yan bukan tanpa alasan. Kedua petarung sebelumnya sudah pernah bertemu pada 2024.
Dalam pertemuan tersebut, Yan berhasil mengalahkan Song melalui keputusan juri secara mutlak. Karena itu, pertandingan ulang akan menjadi kesempatan bagi Song sekaligus Team Alpha Male untuk membalas kekalahan tersebut.
Faber sendiri memiliki sejarah panjang dengan Yan. Ia pernah dikalahkan petarung berjuluk 'No Mercy' tersebut melalui ronde ketiga dalam pertarungan UFC terakhirnya pada 2019.
Faber pun masih mengingat persaingan tersebut dan tak ragu melontarkan ejekan kepada Yan.
“Saya lebih memilih versi Petr Yan karena menurut saya Yan lolos dari kekalahan dengan susah payah saat melawan Song yang masih muda,” kata Faber dilansir dari kanal Youtube UFC op Eurosport.
“Dia tahu dia sedang diintimidasi dan Yan dan saya selalu saling mengejek.”
“Dia pernah menang besar melawan saya saat saya berusia 40 tahun dan dia 26 tahun, dan dia akan menjadi orang yang lebih tua melawan anak buah saya yang berusia 20-an. Saya mengolok-oloknya karena saya mengatakan bahwa Song mengubahnya menjadi pegulat karena dia takut, dan saya pikir Yan tidak menginginkan pertarungan itu.”
Kemenangan atas Song menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan karier Petr Yan. Petarung Rusia tersebut berhasil bangkit setelah sebelumnya mengalami tiga kekalahan secara beruntun.
Setelah mengalahkan Song, Yan kemudian melanjutkan rentetan kemenangan yang membawanya kembali merebut sabuk juara kelas bantamweight pada Desember lalu.
Pertemuan Yan dan Song pada UFC 299 juga berlangsung cukup kompetitif. Statistik pertarungan tiga ronde tersebut menunjukkan perbedaan yang relatif tipis di antara keduanya.
- REUTERS - Stephen R. Sylvanie-Imagn Images
Yan mampu mengungguli Song dalam dua dari tiga ronde berdasarkan seluruh kartu penilaian juri. Ia juga mencatatkan 13 pukulan signifikan lebih banyak dibandingkan Song.
Menariknya, meski Faber menyindir Yan karena dianggap terlalu banyak menggunakan gaya gulat dalam pertarungan tersebut, statistik justru menunjukkan Song melakukan lebih banyak percobaan takedown.
Song tercatat melakukan lebih banyak upaya menjatuhkan lawan, sementara Yan hanya memiliki selisih tujuh detik lebih banyak dalam hal waktu kontrol.
Load more