Usai Kalahkan Anak Didik Khabib Nurmagomedov, Song Yadong Kini Incar Petarung Rusia Ini
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @yadongsong
tvOnenews.com - Kemenangan atas Umar Nurmagomedov membawa Song Yadong naik ke peringkat ketiga kelas bantam UFC. Tidak hanya semakin dekat dengan persaingan perebutan gelar, petarung asal China itu kini juga berpotensi kembali menghadapi salah satu petarung top Rusia.
Song Yadong berhasil mengalahkan Umar Nurmagomedov dalam pertarungan yang berlangsung di tanah kelahirannya. Kemenangan tersebut menjadi hasil penting bagi Song sekaligus membuat rekor Umar kini berubah menjadi 20-2-0.
Bagi Umar, kekalahan tersebut terasa semakin pahit karena ia sebelumnya hanya pernah kalah melalui keputusan juri. Kali ini, anak didik Khabib Nurmagomedov tersebut harus menerima kekalahan lewat KO.
- Tangkapan layar
Pertarungan itu bahkan sempat memicu situasi panas setelah Usman Nurmagomedov, saudara Umar, melompat masuk ke dalam oktagon. Aksi tersebut nyaris membuat Usman terlibat adu fisik dengan Song Yadong.
Di sisi lain, kemenangan tersebut membuat posisi Song semakin kuat dalam persaingan menuju perebutan sabuk juara kelas bantamweight.
Song Yadong Diarahkan Menghadapi Petr Yan
Song kini berada di peringkat ketiga divisi bantamweight dan mulai masuk dalam pembicaraan mengenai calon penantang gelar berikutnya.
Persaingan di papan atas kelas 135 pound juga semakin menarik. Petr Yan dan Merab Dvalishvili dijadwalkan kembali bertemu dalam pertarungan trilogi bulan depan dengan sabuk juara kelas bantamweight dipertaruhkan.
Hasil pertarungan tersebut bisa menentukan arah perjalanan Song berikutnya.
Jika Petr Yan berhasil mempertahankan gelarnya, Song berpeluang mendapatkan kesempatan untuk kembali menghadapi petarung Rusia tersebut. Sebaliknya, apabila Merab merebut kembali sabuk juara, peluang pertarungan lain juga terbuka.
Namun, pelatih legendaris Song Yadong, Urijah Faber, ternyata memiliki pilihan tersendiri. Ia lebih tertarik melihat anak didiknya kembali menghadapi Petr Yan.
Faber bahkan lebih memilih duel Song Yadong vs Petr Yan 2 dibandingkan pertandingan melawan Merab Dvalishvili.
Peluang tersebut semakin terbuka jika sabuk juara berpindah tangan setelah pertarungan Yan vs Dvalishvili di Abu Dhabi.
Sementara itu, Sean O'Malley juga masih mengincar pertandingan ulang melawan Petr Yan. Jika Yan tetap menjadi juara, persaingan untuk mendapatkan kesempatan menantang sabuk tentu akan semakin ketat.
Faber Ingin Song Membalas Kekalahan dari Yan
Keinginan Faber melihat Song kembali menghadapi Yan bukan tanpa alasan. Kedua petarung sebelumnya sudah pernah bertemu pada 2024.
Dalam pertemuan tersebut, Yan berhasil mengalahkan Song melalui keputusan juri secara mutlak. Karena itu, pertandingan ulang akan menjadi kesempatan bagi Song sekaligus Team Alpha Male untuk membalas kekalahan tersebut.
Faber sendiri memiliki sejarah panjang dengan Yan. Ia pernah dikalahkan petarung berjuluk 'No Mercy' tersebut melalui ronde ketiga dalam pertarungan UFC terakhirnya pada 2019.
Faber pun masih mengingat persaingan tersebut dan tak ragu melontarkan ejekan kepada Yan.
“Saya lebih memilih versi Petr Yan karena menurut saya Yan lolos dari kekalahan dengan susah payah saat melawan Song yang masih muda,” kata Faber dilansir dari kanal Youtube UFC op Eurosport.
“Dia tahu dia sedang diintimidasi dan Yan dan saya selalu saling mengejek.”
“Dia pernah menang besar melawan saya saat saya berusia 40 tahun dan dia 26 tahun, dan dia akan menjadi orang yang lebih tua melawan anak buah saya yang berusia 20-an. Saya mengolok-oloknya karena saya mengatakan bahwa Song mengubahnya menjadi pegulat karena dia takut, dan saya pikir Yan tidak menginginkan pertarungan itu.”
Kemenangan atas Song menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan karier Petr Yan. Petarung Rusia tersebut berhasil bangkit setelah sebelumnya mengalami tiga kekalahan secara beruntun.
Setelah mengalahkan Song, Yan kemudian melanjutkan rentetan kemenangan yang membawanya kembali merebut sabuk juara kelas bantamweight pada Desember lalu.
Pertemuan Yan dan Song pada UFC 299 juga berlangsung cukup kompetitif. Statistik pertarungan tiga ronde tersebut menunjukkan perbedaan yang relatif tipis di antara keduanya.
- REUTERS - Stephen R. Sylvanie-Imagn Images
Yan mampu mengungguli Song dalam dua dari tiga ronde berdasarkan seluruh kartu penilaian juri. Ia juga mencatatkan 13 pukulan signifikan lebih banyak dibandingkan Song.
Menariknya, meski Faber menyindir Yan karena dianggap terlalu banyak menggunakan gaya gulat dalam pertarungan tersebut, statistik justru menunjukkan Song melakukan lebih banyak percobaan takedown.
Song tercatat melakukan lebih banyak upaya menjatuhkan lawan, sementara Yan hanya memiliki selisih tujuh detik lebih banyak dalam hal waktu kontrol.
Kini, setelah berhasil mengalahkan Umar Nurmagomedov, Song Yadong memiliki momentum besar untuk kembali menantang petarung-petarung papan atas. Duel ulang melawan Petr Yan pun menjadi salah satu opsi yang paling menarik bagi petarung China tersebut.
Load more