News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Saat Masih di Red Sparks, Megawati Hangestri Ternyata Punya 'Ritual' Unik Usai Pertandingan

Saat masih membela Red Sparks, Megawati Hangestri ternyata punya 'ritual' unik usai pertandingan. Kebiasaan sederhana ini bikin chemistry tim makin erat.
Kamis, 10 September 2026 - 12:23 WIB
Siapa Pengganti Ko Hee-jin di Red Sparks? Nama Ini Mulai Disebut, Klub Bergerak Cepat Jelang V-League 2026/2027
Sumber :
  • KOVO

tvOnenews.com - Megawati Hangestri Pertiwi dikenal sebagai salah satu pevoli Indonesia yang mampu mencuri perhatian di Liga Voli Korea Selatan.

Julukan "Megatron" melekat berkat kekuatan serangannya yang menjadi salah satu senjata utama ketika membela Daejeon JungKwanJang Red Sparks selama dua musim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, di balik spike keras dan produktivitasnya dalam mencetak poin, Megawati ternyata memiliki sisi lain yang membuat dirinya begitu dekat dengan rekan-rekan setim.

Ada sebuah kebiasaan sederhana yang beberapa kali tertangkap kamera setelah pertandingan. Megawati biasanya menghampiri rekan-rekannya dan memberikan pelukan satu per satu.

Megawati Hangestri saat di Red Sparks
Megawati Hangestri saat di Red Sparks
Sumber :
  • KOVO

Gestur tersebut terlihat dalam sejumlah momen Red Sparks, termasuk ketika tim memastikan tiket ke semifinal Liga Voli Korea musim 2024/2025.

Bagi sebagian orang, pelukan setelah pertandingan mungkin terlihat sebagai hal kecil. Namun, ketika dilakukan secara konsisten, kebiasaan tersebut memperlihatkan sisi Megawati yang berbeda dari citranya sebagai pemain dengan serangan keras.

Pertandingan voli profesional tentu tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga emosi.

Ada kemenangan yang diraih dengan susah payah, kekalahan yang mengecewakan, hingga pertandingan panjang yang membuat para pemain harus menjaga konsentrasi sampai poin terakhir.

Dalam situasi seperti itu, gestur sederhana dari seorang rekan satu tim bisa memiliki arti tersendiri.

Megawati terlihat menjadikan pelukan sebagai bentuk apresiasi setelah pertandingan. Tidak peduli bagaimana hasil akhirnya, ia tetap menunjukkan kedekatan dengan pemain lain.

Momen tersebut kemudian mendapatkan perhatian dari penggemar dan media Korea.

“Megawati tidak hanya membawa energi baru di lapangan, tetapi juga mempererat chemistry tim dengan sikapnya yang penuh empati,” tulis Naver Sports, salah satu portal olahraga terkemuka di Korea.

Sebagai pemain asing, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru juga menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya.

Megawati harus berkomunikasi dengan pemain dari latar belakang berbeda, memahami sistem permainan yang baru, sekaligus membangun kepercayaan dengan rekan satu tim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gestur sederhana seperti pelukan dapat menjadi salah satu cara untuk membangun hubungan tersebut.

Ketika masih berseragam Red Sparks, ia tidak hanya dikenal sebagai mesin poin. Ia juga menjadi bagian dari kelompok pemain yang membangun suasana positif di dalam tim.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Miris, Sekelompok Ibu Muda Gendong Anak saat Nonton Konser Musik, Warganet Soroti Kondisi Pendengaran Bayinya

Miris, Sekelompok Ibu Muda Gendong Anak saat Nonton Konser Musik, Warganet Soroti Kondisi Pendengaran Bayinya

Viral satu video di media sosial yang menarik perhatian publik. Adanya sekelompok ibu muda menggendong anak saat nonton konser.
3 Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR: Pelanggaran HAM Berat

3 Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR: Pelanggaran HAM Berat

Anggota Komisi XIII DPR RI Mafirion Syamsuddin Rogo mengecam aksi KKB yang menembak tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya ketika sedang bekerja.
Cek Harga dan Ketersediaan Masker Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, Dipastikan Tersedia dengan Harga Wajar

Cek Harga dan Ketersediaan Masker Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, Dipastikan Tersedia dengan Harga Wajar

Tim Polda Metro Jaya melalui Unit 5 Subdit I Indag Ditreskrimsus melakukan pengecekan ketersediaan dan harga masker guna memastikan stok tetap tersedia serta menjaga stabilitas harga.
Persija Jakarta Vs Persib Bandung Digelar di SUGBK, PSSI Sempat Berharap Bobotoh Bisa Hadir

Persija Jakarta Vs Persib Bandung Digelar di SUGBK, PSSI Sempat Berharap Bobotoh Bisa Hadir

Sekjen PSSI, Yunus Nusi, mengaku sempat berharap agar Bobotoh bisa turut meramaikan duel Persija Jakarta kontra Persib Bandung. Pertandingan bertajuk El Clasico Indonesia ini akan digelar di SUGBK
Kemendikasmen Revitalisasi 1.487 Sekolah di NTT Pascagempa, SDN Mboeng Ditargetkan Tahun Ini

Kemendikasmen Revitalisasi 1.487 Sekolah di NTT Pascagempa, SDN Mboeng Ditargetkan Tahun Ini

Kemendikdasmen akan melakukan revitalisasi terhadap ribuan sekolah di NTT pascabencana gempa bumi yang melanda pada Agustus 2026 lalu.
Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG

Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG

Telkom Akses, operating company PT Telkom, kembali memperkuat komitmennya dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dengan meraih tiga penghargaan pada ajang TOP GRC Awards 2026, ajang penilaian, penghargaan, dan pembelajaran bersama di bidang GRC terbesar di Indonesia.

Trending

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

Kabar kematian Fajar Sahrudin alias FS (31), pria asal Lampung yang viral meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK memunculkan sejumlah fakta terbaru.
Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

REMISI org, organisasi wadah penyandang disabilitas psikosial merespon ucapan terima kasih Fajar Sahrudin (31), warga Lampung yang tewas akhiri hidup di GBK.
Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal mula Fajar Sahrudin ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, mulai terungkap. Ini penjelasan pihak kepolisian.
Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Karier 5 zodiak ini diprediksi makin moncer besok, 11 September 2026. Ada yang dilirik atasan, dapat peluang baru, hingga ide yang bikin namanya diperhitungkan!
Dua Sejoli Kubur Bayi di Rumah Roboh di Jakarta Barat, Alasan Habisi Nyawa Anaknya Sendiri Karena Takut Tetangga Dengar Tangisannya

Dua Sejoli Kubur Bayi di Rumah Roboh di Jakarta Barat, Alasan Habisi Nyawa Anaknya Sendiri Karena Takut Tetangga Dengar Tangisannya

Pasangan kekasih berinisial R (28) pria dan E (23) wanita tega menghabisi nyawa anaknya sendiri di Jakarta Barat. Mereka menguburkannya di sebuah rumah roboh terbengkalai.
Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Viral Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT