Kabar Soal Junaida Santi Sudah Sampai ke Negeri Ginseng, Media Korea Tiba-tiba Singgung Soal Hal Ini
- Volleyballworld.com
tvOnenews.com - Kabar terkait Junaida Santi yang enggan melakukan tes gender sehingga tak lagi masuk skuad Timnas Voli Putri Indonesia sudah sampai ke Korea Selatan.
Sebagaimana kita tahu, dunia voli Indonesia belakangan tengah ramai terkait isu tersebut.
Kabar tersebut pertama kali ramai menjadi perbincangan volimania setelah pernyataan yang dikeluarkan oleh Wakil Kepala Bidang Prestasi PP PBVSI, Loudry Maspaitella.
Saat tampil di acara podcast Voli Tv, Loudry mengungkapkan alasan Junaida Santi yang kini sudah tak lagi masuk kedalam Skuad Timnas Voli Putri Indonesia.
- Volleyballworld.com
Dalam kesempatan itu, Loudry menjelaskan jika nama Santi kini tak lagi menghiasi skuad Timnas Voli Putri Indonesia karena sang pemain tak melakukan tes gender yang menjadi salah satu syarat untuk berlaga di kompetisi internasional.
"Santi ini cuma satu, gender tes. Bukan untuk Santi saja lho ya, seluruh pemain putri yang tampil di AVC itu harus lakukan gender test," kata Loudry Maspaitella.
Sontak pernyataan itu pun langsung menjadi perbincangan hangat volimania Indonesia di media sosial.
Pasalnya, Junaida Santi yang digadang-gadang menjadi bintang voli Indonesia di masa depan justru menghilang bak ditelan bumi.
Maka tak heran, penjelasan dari Loudry itu pun langsung mendapatkan sorotan dari volimania tanah air.
Akan tetapi, siapa sangka kabar mengenai Junaida Santi ini ternyata sudah sampai ke Korea Selatan.
Salah satu media Korea Selatan yakni Newsis, ikut mengabarkan perihal polemik tes gender Junaida Santi ini.
Pada artikel terbarunya, Newsis juga menyoroti pernyataan dari pihak Wakabid Binpres Loudry Maspaitella tersebut.
"Dilaporkan bahwa Junaida Santi, pemain voli putri berbakat yang dinobatkan sebagai MVP Proliga Indonesia 2025, tidak dapat berpartisipasi dalam beberapa turnamen internasional karena masalah terkait tes gender," tulis Newsis.
"Wakil Presiden Bidang Performa Federasi Voli Indonesia (PBVSI), menyatakan bahwa absennya Santi dari kompetisi internasional bukan karena tindakan disiplin dari federasi," tambahnya.
"Ia menjelaskan bahwa Federasi Voli Internasional melakukan tes gender pada pemain putri yang berpartisipasi dalam turnamen internasional, dan pemain yang menjalani tes tersebut wajib mengikutinya. Ini berarti bahwa pemain yang tidak lulus tes gender tidak dapat berkompetisi di turnamen internasional," lanjut Newsis.
Di sisi lain, PBVSI sendiri mengakui jika Santi merupakan salah satu aset untuk masa depan Timnas Voli Putri Indonesia dan telah berupaya untuk mendorongnya melakukan prosedur tersebut lewat perantara staf klub.
(akg)
Load more