Pelatih Hyundai Hillstate Bicara Jujur soal Megawati Hangestri dan Tantangan Musim Baru
- YouTube Hyundai E&C Hillstate
"Ada banyak perubahan, tetapi jika apa yang telah saya rencanakan berjalan dengan baik, kami sepenuhnya mampu bersaing untuk memperebutkan gelar juara," lanjutnya.
Kehilangan Pilar Utama
Perubahan besar yang dimaksud Kang bukan sekadar pergantian beberapa pemain. Hyundai Hillstate harus kehilangan salah satu pemain paling penting dalam sejarah klub, yakni Yang Hyo-jin.
Yang Hyo-jin yang kini berusia 37 tahun telah memperkuat Hyundai E&C selama 19 musim. Ia menjadi salah satu pilar utama tim sebelum akhirnya memutuskan pensiun pada akhir musim lalu.
Kepergian pemain jangkung tersebut membuat Hyundai E&C harus menyusun kembali kekuatan tim. Bagi Kang, kondisi itu menjadi tantangan baru karena tim harus menemukan cara berbeda untuk menjaga efektivitas serangan.
"Hyo-jin memainkan peran penting, tetapi saya khawatir tinggi badan kami telah berkurang," ungkap Kang.
Ia kemudian menjelaskan perubahan pendekatan yang akan diterapkan Hyundai E&C pada musim mendatang.
"Sekarang, kami berencana untuk memainkan gaya voli di mana kami mencetak banyak poin dari sisi lapangan," jelasnya.
Megawati Hangestri Jadi Bagian Strategi Baru
- YouTube/Hyundai E&C Hillstate
Perekrutan Jordan Wilson sebagai pemain asing baru dan Megawati Hangestri melalui kuota Asia menjadi bagian dari perubahan strategi tersebut.
Keduanya diharapkan mampu memberikan kontribusi besar melalui serangan dari sisi lapangan. Strategi ini berbeda dengan pola permainan sebelumnya yang banyak mengandalkan kekuatan serangan tengah Yang Hyo-jin.
Kang mengaku tetap memiliki ekspektasi tinggi meski perubahan tersebut membawa tantangan tersendiri.
"Meskipun ada tantangan dengan perubahan pemain, saya juga bersemangat dengan gaya voli yang berbeda," katanya.
Hyundai Hillstate sebelumnya dikenal memiliki kekuatan yang cukup baik dalam bertahan. Namun, untuk musim baru, Kang ingin timnya tampil lebih agresif agar mampu memberikan warna berbeda sekaligus mengembalikan hasil positif.
Tekad tersebut semakin besar setelah Hyundai E&C hanya mampu finis sebagai runner-up pada musim reguler dan gagal mencapai babak playoff dalam dua musim berturut-turut setelah meraih gelar juara liga terpadu.
Load more