Masih Ingat 11 Servis Megawati Hangestri yang Bikin Hyundai Hillstate Tak Berkutik? Kini Justru Jadi Andalan Tim
- KOVO
tvOnenews.com - Masih ingat dengan salah satu aksi paling mengesankan Megawati Hangestri Pertiwi saat membela Daejeon JungKwanJang Red Sparks di Liga Voli Korea atau V-League 2024/2025?
Pertandingan Red Sparks melawan Suwon Hyundai E&C Hillstate saat itu memang berakhir dramatis. Red Sparks berhasil mengamankan kemenangan 3-2, tetapi ada satu momen di set kedua yang hingga kini menarik untuk kembali dibahas.
Saat pertandingan berjalan ketat dan Red Sparks hanya unggul 13-12, Megawati berdiri di belakang garis servis. Setelah itu, permainan berubah secara drastis.
Megawati melakukan servis demi servis dan Hillstate kesulitan keluar dari tekanan. Red Sparks yang sebelumnya hanya unggul satu angka tiba-tiba melesat menjadi 23-12.
- KOVO
Rentetan tersebut berlangsung selama 11 servis beruntun sebelum akhirnya berhenti ketika servis Megawati keluar. Red Sparks kemudian menutup set kedua dengan kemenangan 25-15.
Momen tersebut menjadi gambaran bahwa kekuatan Megawati tidak hanya terletak pada serangan keras dari depan net.
Ketika berada di garis servis, pemain asal Indonesia itu juga mampu memberikan tekanan yang membuat sistem permainan lawan kehilangan keseimbangan.
Set kedua pertandingan Red Sparks melawan Hillstate awalnya berjalan sengit.
Kedua tim terus berkejaran angka hingga Red Sparks mendapatkan keunggulan tipis 13-12. Setelah Park Hye-min mencetak angka melalui serangan tajam, kesempatan servis kemudian berada di tangan Megawati.
Di sinilah momentum pertandingan mulai berubah.
Servis Megawati membuat penerimaan pertama Hillstate tidak berjalan sempurna. Red Sparks mendapatkan kesempatan membangun serangan dan mampu mengubah skor menjadi 14-12.
Tekanan berikutnya terus berlanjut. Hillstate semakin kesulitan menjaga kualitas receive, sementara Red Sparks mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan serangan.
Perbedaan kecil tersebut kemudian berubah menjadi keunggulan yang semakin lebar.
Dari 13-12, Red Sparks terus menambah angka hingga 23-12.
Artinya, dalam satu rangkaian servis Megawati, Red Sparks mencatat 10 poin tambahan tanpa memberikan kesempatan Hillstate mencetak angka.
Catatan pemberitaan mengenai laga tersebut menyebut Megawati melakukan 11 servis beruntun dalam rentetan itu.
Momen tersebut penting karena menunjukkan salah satu aspek permainan Megawati yang terkadang kalah populer dibandingkan kemampuan menyerangnya.
Sebagai opposite hitter, Megawati memang dikenal sebagai salah satu sumber poin utama dari sisi serangan. Namun, kemampuannya memberikan tekanan dari garis belakang juga dapat menjadi bagian penting dalam mengubah momentum pertandingan.
Dengan kata lain, servis Megawati pada momen tersebut bukan hanya menghasilkan satu poin langsung. Tekanannya ikut memengaruhi rangkaian permainan setelah servis.
Itulah yang membuat rentetan 11 servis tersebut begitu diingat.
Menariknya, cerita tersebut memiliki konteks yang berbeda memasuki musim 2026/2027.
Megawati kini tidak lagi berada di kubu Red Sparks. Setelah menjalani dua musim di Daejeon, pemain asal Indonesia itu resmi bergabung dengan Suwon Hyundai E&C Hillstate.
- YouTube Hyundai E&C Hillstate
Kepindahan tersebut diumumkan pada Mei 2026 dan menjadi babak baru dalam perjalanan Megawati di V-League.
Dengan demikian, tim yang pernah merasakan langsung tekanan servis Megawati kini justru menjadi klub yang mengandalkan pemain tersebut sebagai bagian dari kekuatan mereka.
Perubahan situasi ini membuat perjalanan Megawati bersama Hillstate semakin menarik.
Sementara itu, KOVO Cup 2026 dijadwalkan berlangsung di Yeosu Jinnam Gymnasium pada 11-18 Oktober 2026. Hillstate berada di Grup B bersama Korea Expressway Hi-Pass dan GS Caltex Seoul KIXX.
Hillstate dijadwalkan menghadapi Korea Expressway Hi-Pass pada 14 Oktober 2026, kemudian bertemu GS Caltex pada 16 Oktober 2026.
(tsy)
Load more