Pelatih Hyundai Hillstate Bongkar Perubahan Besar Tim, Megawati Hangestri Jadi Tumpuan Baru
- YouTube/Hyundai E&C Hillstate
tvOnenews.com -Â Hyundai Hillstate melakukan perubahan besar untuk menghadapi kompetisi V-League musim mendatang. Setelah kehilangan sosok sentral Yang Hyo-jin yang memutuskan pensiun, Hyundai Hillstate kini berupaya membangun kembali kekuatan tim dengan mengandalkan serangan dari sektor sayap.
Dua pemain baru menjadi bagian penting dari perubahan tersebut, yakni pemain asal Amerika Serikat Jordan Wilson dan opposite spiker Indonesia, Megawati Hangestri.
Hyundai Hillstate sendiri dikenal sebagai salah satu tim kuat di kompetisi voli putri Korea Selatan. Klub yang bermarkas di Suwon tersebut secara konsisten bersaing di papan atas dan menjadi salah satu kandidat dalam perebutan gelar juara.
- KOVO
Perjalanan mereka sempat mengalami titik terendah ketika mengakhiri musim 2020/2021 di posisi terbawah. Namun, Hyundai Hillstate mampu melakukan kebangkitan luar biasa pada musim berikutnya.
Mereka mencatatkan persentase kemenangan hingga 90 persen dengan membukukan 27 kemenangan dan hanya tiga kekalahan. Catatan tersebut menjadi salah satu rekor terbaik dalam sejarah V-League.
Dalam lima musim terakhir, Hyundai Hillstate juga konsisten mengakhiri fase reguler di posisi pertama atau kedua, menunjukkan keberhasilan mereka mempertahankan status sebagai salah satu kekuatan utama di kompetisi.
Transformasi Hyundai Hillstate menjadi tim yang konsisten bersaing di papan atas tidak terlepas dari peran Kang Sung-hyung. Ia mulai menjabat sebagai pelatih kepala Hyundai E&C pada Maret 2021 dan kemudian membawa klub tersebut meraih gelar juara Liga Voli Korea pada musim 2023/2024.
Kini, pelatih berusia 56 tahun tersebut kembali menghadapi tantangan besar. Persiapan Hyundai E&C menuju musim baru terus dilakukan dengan waktu kurang dari 30 hari sebelum kompetisi resmi dimulai.
Kang menegaskan ambisinya untuk kembali membawa Hyundai Hillstate bersaing di papan atas.
"Tahun lalu, orang-orang mengatakan akan sulit, tetapi kami mengatasi rintangan dan finis di posisi kedua di liga reguler. Meskipun situasinya sulit lagi tahun ini, saya berniat untuk menghadapi tantangan sekali lagi," ujar Kang seperti dilansir Seoul Shinmun.
Ia kemudian menegaskan keyakinannya terhadap perubahan yang sedang dilakukan tim.
"Ada banyak perubahan, tetapi jika apa yang telah saya rencanakan berjalan dengan baik, kami sepenuhnya mampu bersaing untuk memperebutkan gelar juara," tambahnya.
Perubahan yang dimaksud Kang bukan hanya berkaitan dengan pergantian sejumlah pemain. Hyundai Hillstate harus melakukan penyesuaian besar setelah Yang Hyo-jin memutuskan pensiun pada akhir musim lalu.
Yang Hyo-jin merupakan salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah Hyundai E&C. Ia telah memperkuat klub selama 19 musim dan menjadi salah satu tumpuan utama permainan tim.
Dengan postur tubuhnya yang tinggi serta kontribusinya di sektor tengah, Yang Hyo-jin selama bertahun-tahun menjadi bagian penting dari identitas permainan Hyundai Hillstate.
Kepergiannya membuat Hyundai E&C harus merancang kembali pola permainan yang selama ini mereka gunakan.
"Hyo-jin memainkan peran penting, tetapi saya khawatir tinggi badan kami telah berkurang," kata Kang.
Karena itu, Hyundai Hillstate kini berencana mengubah orientasi serangan dengan lebih banyak mengandalkan pemain dari sektor sayap.
"Sekarang, kami berencana untuk memainkan gaya voli di mana kami mencetak banyak poin dari sisi lapangan," jelas Kang.
Untuk merealisasikan strategi tersebut, Hyundai E&C mendatangkan Jordan Wilson (23), pemain asal Amerika Serikat, serta Megawati Hangestri (27) dari Indonesia melalui draft kuota Asia.
Kehadiran kedua pemain tersebut diharapkan dapat menggeser sumber serangan Hyundai Hillstate dari sektor tengah menuju area sayap. Strategi ini menjadi bagian dari proses adaptasi tim setelah kehilangan sosok sentral seperti Yang Hyo-jin.
Kang Sung-hyung pun mengaku antusias dengan perubahan yang sedang dilakukan meski menyadari tantangan yang menanti.
"Meskipun ada tantangan dengan perubahan pemain, saya juga bersemangat dengan gaya voli yang berbeda," ujar Kang.
Jika sebelumnya Hyundai E&C memiliki kekuatan yang cukup menonjol dalam aspek pertahanan, Kang kini ingin timnya bermain lebih agresif. Perubahan tersebut diharapkan dapat membuat permainan Hyundai Hillstate lebih dinamis sekaligus meningkatkan hasil mereka.
Ambisi tersebut semakin besar setelah Hyundai E&C mengalami dua musim terakhir yang kurang sesuai harapan. Setelah menjadi juara Liga Voli Korea pada musim 2023/2024, mereka hanya mampu finis sebagai runner-up pada fase reguler dan gagal mencapai partai final dalam dua musim berturut-turut.
"Para pemain perlu mendapatkan pengalaman dan berkembang melalui seri kejuaraan, jadi sangat disayangkan kami tidak bisa mencapai final," kata Kang.
"Kami akan bekerja lebih keras kali ini untuk melampaui hasil sebelumnya," lanjutnya.
- YouTube Hyundai E&C Hillstate
Selain perubahan strategi dan komposisi pemain, Hyundai Hillstate juga menghadapi tantangan lain dalam persiapan menuju musim baru.
Klub tersebut menjadi salah satu tim yang menyumbangkan cukup banyak pemain ke tim nasional voli putri Korea Selatan untuk menghadapi Asian Games 2026.
Tiga pemain Hyundai Hillstate yang dipanggil ke tim nasional adalah Lee Ye-rim, Kim Da-in, dan Na Hyun-soo.
Situasi tersebut membuat waktu persiapan skuad Hyundai Hillstate tidak sepenuhnya ideal. Di tengah perubahan besar dalam sistem permainan, Kang harus memastikan para pemain baru seperti Megawati Hangestri dan Jordan Wilson dapat segera beradaptasi dengan tim.
Dengan perubahan strategi yang mengutamakan serangan dari sektor sayap serta hadirnya dua amunisi baru, Hyundai Hillstate kini memasuki musim baru dengan wajah yang berbeda. Megawati Hangestri pun menjadi salah satu pemain yang diharapkan mampu membantu klub kembali bersaing dalam perebutan gelar Liga Voli Korea.
Load more