Panjat Tebing Speed Putra Gagal Bawa Pulang Medali, Veddriq dan Aditya Petik Pelajaran Berharga di Asian Games 2026
- NOC Indonesia/Tetuko Mediantoro
tvOnenews.com - Perjuangan dua atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo dan Aditya Tri Syahrian, di nomor speed putra Asian Games 2026 harus berakhir tanpa medali.
Langkah Veddriq harus terhenti pada babak semifinal, sedangkan Aditya berhasil mencapai final.
Namun, Aditya melakukan false start sehingga gagal melanjutkan perlombaan dan peluang membawa pulang medali dari cabor panjat tebing nomor speed putra ini.
- NOC Indonesia
Usai pertandingan, Veddriq pun mengungkapkan jika kegagalan membawa pulang medali Asian Games ini memberinya cukup banyak pelajaran penting.
Apa lagi, Veddriq juga menyadari jika persaingan ketat membuat setiap kesalahan kecil sangat menentukan hasil akhir pertandingan di nomor yang mengandalkan kecepatan tersebut.
"Iya, cukup ketat. Inilah speed, banyak faktor dan variabel yang menentukan hasil. Yang pasti, proses kami sudah maksimal. Latihan juga sudah kami lakukan beberapa kali, termasuk simulasi dengan catatan waktu terbaik," kata Veddriq.
“Persaingan sekarang juga sudah semakin merata, terutama di level Asia. Setelah Asian Games ini selesai, kami harus mencari fokus baru lagi. Selanjutnya tentu menuju target berikutnya, termasuk Olimpiade,” ujar Veddriq.
Veddriq berharap hasil di Aichi-Nagoya dapat menjadi bahan evaluasi bagi Tim Indonesia untuk menghadapi agenda berikutnya.
"Insyaallah, semoga Tim Indonesia semakin bisa meng-upgrade diri karena masih banyak hal yang perlu kami tingkatkan," ungkapnya.
- NOC Indonesia
Sementara itu, Aditya mengakui false start menjadi pengalaman penting dalam debutnya di Asian Games.
"Benar kata Bang Veddriq, semua variabel dalam speed itu banyak sekali. Saya pikir tadi saya sudah berusaha untuk tetap tenang, percaya diri, dan yakin," kata Adit.
Ia menjadikan kejadian tersebut sebagai evaluasi, terutama dalam mengontrol diri ketika berada di bawah tekanan pertandingan.
"Saya melakukan false start hanya dalam sepersekian detik. Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya untuk ke depannya agar bisa menjadi lebih baik lagi, terutama dalam hal pengelolaan diri," ujar Adit.
"Tentu bakal menjadi lecutan. Tahun depan kami harus bisa lebih baik lagi," pungkasnya.
(akg)
Load more