Baru Satu Hari Pimpin Red Sparks, Kwon Sun-chan Akui Grogi Pimpin Vanja Bukilic Cs
- Red Sparks
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih baru Red Sparks, Kwon Sun-chan baru satu hari memimpin klub namun sudah tampil di Media Day Liga Voli Korea, Rabu (7/10/2026).
Kwon Sun-chan mengisi kekosongan setelah pelatih lama Red Sparks, Ko Hee-jin memilih untuk mundur dari klub setelah kontroversi skandal pelecehan seksual staf kepelatihan tim.
Kwon Sun-chan diperkenalkan secara resmi hanya satu hari sebelum Media Day Liga Voli digelar. Bahkan dia baru satu kali bertemu dengan Vanja Bukilic cs.
"Saya merasakan emosi yang berbeda, saya sangat senang dan bersemangat untuk kembali ke posisi seperti ini setelah beberapa tahun," kata Kwon Sun-chan dikutip dari laman News1, Kamis (8/10/2026).
Kwon Sun-chan kembali ke posisi sebagai pelatih kepala setelah tiga tahun menepi dari Pink Spiders pada Januari 2023.
"Saya memiliki beberapa kekhawatiran, tetapi saya lega melihat para pemain berlatih dengan senyum yang cerah dan suasana yang ramah," kata Kwon Sun-chan.
Bergabung dengan Red Sparks, Kwon Sun-chan mengaku kondisi tim sudah terbentuk sehingga dia hanya tinggal menyalurkan rencana pertandingan demi meraih kemenangan.
Ini menjadi kali pertama Red Sparks tampil ke publik setelah skandal pelecehan seksual yang melibatkan staf pelatih dan pemain Red Sparks.
Dia mengakui datang dalam situasi yang tidak kondusif, kini fokusnya adalah bagaimana tim bisa bangkit dan fokus ke musim baru.
"Tidak pantas untuk membahas masalah itu saat ini, sekarang saya perlu memikirkan bagaimana tim kita akan bergerak maju dan bagaimana berkoordinasi dengan para pemain untuk bergerak ke arah yang positif," kata Kwon Sun-chan.
Kwon Sun-chan akan debut di turnamen pramusim KOVO Cup pada akhir pekan ini. Dengan tim yang sudah terbentuk, dia tak akan melakukan banyak perubahan dari segi gaya bermain tim.
"Daripada mengubah gaya bermain secara langsung, saya berencana untuk melakukan perubahan secara bertahap seiring berjalannya waktu," kata Kwon Sun-chan.
Dia pun melakukan evaluasi terhadap kinerja tim di musim lalu. Seperti diketahui, setelah ditinggalkan Megawati Hangestri sebagai runner up Liga Voli Korea 2024-2025, Red Sparks justru terpuruk di musim lalu.
"Saya mendapatkan kesan Red Sparks adalah tim yang rentan melakukan kesalahan. Mereka juga kurang percaya diri seperti di area service. Kami berencana untuk mempersiapkan diri demi mengatasi kekurangan tersebut," tutupnya.
Load more