Vanja Bukilic, Pyo Seung-ju dan Megawati Hangestri Saling Balas Psywar di Media Day V-League
- Red Sparks
tvOnenews.com — Vanja Bukilic, Pyo Seung-ju dan Megawati Hangestri yang pernah jadi rekan setim di Red Sparks justru saling lempar psywar.
Hal itu terjadi ketika masing-masing kontestan V-League berkumpul dalam ajang Media Day yang digagas KOVO selaku penyelenggara turnamen musim depan.
Ketujuh kontestan V-League masing-masing mengirimkan wakilnya ke Media Day yang terdiri dari satu pemain asing dan lokal, plus pelatih kepala.
Dihelat di Rivera Hotel, Cheongdam, Gangnam-gu, Seoul, Rabu (7/10), Megawati Hangestri datang bersama Kim Da-in serta pelatih Kang Sung-hyung mewakili Hillstate.
Di sana, para pemain secara tidak disengaja bereuni. Salah satunya adalah barisan mantan pemain Red Sparks seperti Megawati Hangestri dan Pyo Seung-ju serta Vanja Bukilic.
Awalnya Saling Puji
- Instagram @red__sparks
Mengutip dari Sports Donga, awalnya Megawati Hangestri yang lebih dahulu memberikan pujian kepada mantan rekan setimnya.
Bisa dibilang, Red Sparks mencapai puncak performanya ketika diperkuat trio Vanja Bukilic, Pyo Seung-ju dan Megawati Hangestri pada musim 2024/2025.
Ketika itu, Red Sparks untuk kali pertama dalam beberapa tahun terakhir bisa melaju sampai ke laga final V-League serta KOVO Cup di musim yang sama.
“Saya memiliki kenangan yang jelas tentang berlari-lari di lapangan mengenakan seragam Jung Kwan Jang bersama Bukilic dan Pyo Seung-ju,“ kata Mega dikutip dari Sports Donga.
“Itu adalah masa ketika saya benar-benar menikmati bermain bola voli,” lanjutnya.
Pernyataan Megawati Hangestri ini diiyakan oleh Vanja Bukilic dan Pyo Seung-ju yang sama-sama mewakili timnya di ajang Media Day V-League kemarin.
“Masa ketika saya bermain dengan Mega dan Pyo Seung-ju adalah musim yang indah di mana saya hampir memenangkan kejuaraan selama karier profesional saya,“ ujar Buki.
“Saya senang bertemu Mega dan Bukilic lagi,“ jelas Pyo Seung-ju.
Saling Balas Psywar
- Instagram.com/@kovopr_official
Namun setelah saling melempar pujian, situasi berubah menjadi seru ketika masing-masing pemain mengirim perang urat syaraf satu sama lain.
Yang tersisa di Red Sparks saat ini hanya Vanja Bukilic saja. Ia kembali ke tim asal Daejeon tersebut setelah selesaikan kiprah di liga Italia bersama Il Bisonte Firenze.
Adapun Megawati Hangestri yang pada musim lalu merasakan atmosfer voli Turki dan Proliga kembali ke Korea dengan seragam yang berbeda yakni Hillstate.
Beda dari kedua rekannya, Pyo Seung-ju sempat beralih peran sebagai komentator pada musim lalu setelah tidak ada klub yang menampungnya.
“Di lapangan, saya hanya akan memikirkan kemenangan tim,” tegas Mega.
“Tidak akan mudah bagi Mega dan Pyo Seung-ju untuk menembus blok saya,” ungkap Bukilic.
“Mega dan Bukilic lebih muda dan lebih tinggi dari saya, tetapi saya tidak akan gentar,“ bebernya.
Load more