Tak Cukup Hanya dengan Hentikan Gyselle Silva! Media Korea Bedah Kekuatan Rahasia GS Caltex di Musim Ini
- GS Caltex
tvOnenews.com - GS Caltex baru saja meraih gelar juara KOVO Cup 2026 setelah menaklukkan Hi Pass dalam pertandingan final yang berlangsung sengit.
Pada partai final KOVO Cup 2026 lalu, GS Caltex berhasil meraih kemenangan 3-2 ata HI Pass.
Hasil ini sekaligus menegaskan dominasi GS Caltex sebagai pemilik gelar KOVO Cup terbanyak sepanjang sejarah.
- KOVO
Tak hanya itu, hasil itu juga melengkapi catatan positif mereka usai meraih gelar juara Liga Voli Korea musim lalu.
Seusai laga, mengutip dari laman OSEN, pelatih Lee Young-taek mengapresiasi perjuangan para pemainnya yang mampu bangkit setelah mengawali kompetisi dengan hasil kurang memuaskan.
"Ini adalah perjalanan yang sulit dimulai dengan kekalahan di pertandingan pertama, tetapi hasil dari latihan yang dipersiapkan bersama oleh staf pelatih dan para pemain selama jeda musim telah terwujud sepenuhnya." kata Lee Young-taek.
Tak hanya otu, OSEN kemudian mengulas faktor penting di balik keberhasilan GS Caltex merengkuh gelar juara KOVO Cup 2026.
Menariknya, sorotan mereka bukan semata-mata tertuju pada hitter asing andalan mereka dalam tiga musim terakhir, Gyselle Silva.
Menjalani musim keempatnya dengan GS Caltex, hitter asal Kuba tersebut masih menjadi andalan utama klub Seoul itu.
Namun, variasi serangan yang semakin berkembang justru menjadi pembeda bagi GS Caltex musim ini.
Dua hitter lainnya, Kwon Min-ji dan Thanacha Sooksod kini memperoleh kesempatan lebih besar untuk menyumbang poin. Kondisi tersebut membuat pertahanan lawan kesulitan mengantisipasi arah serangan.
Ditambah peran setter Kim Ji-won juga dinilai krusial dalam menyempurnakan strategi tersebut.
- GS Caltex
OSEN menilai Kim Ji-won mampu membagi bola secara efektif, baik kepada penyerang sayap maupun middle blocker melalui serangan cepat.
Dengan pola permainan yang lebih beragam, Silva tetap berbahaya tanpa menjadi satu-satunya tumpuan mencetak angka.
GS Caltex turut menunjukkan pertahanan solid dengan mengubah bola serangan lawan menjadi peluang serangan balik.
Persiapan pramusim, termasuk pemusatan latihan di Jepang, dinilai sangat mempengaruhi koordinasi tim menjadi semakin kuat.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa menghentikan Silva saja tidak cukup. Lawan juga harus mengantisipasi distribusi bola Kim Ji-won serta ancaman dari para penyerang lainnya.
(akg)
Load more