Kang Sung-hyung Singgung Performa Megawati Hangestri, Akui Hyundai Hillstate Tampil Buruk usai Kalah Lawan Red Sparks
- Instagram.com/@hdecvolleyballteam
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung mengungkapkan biang kerok usai anak asuhnya kembali menelan kekalahan dari Red Sparks. Ia juga kembali mengomentari penampilan Megawati Hangestri di laga lanjutan Liga Voli Korea 2026-2027 tersebut.
Hyundai Hillstate kembali dipaksa menelan pil pahit karena menelan kekalahan dari Red Sparks dengan skor 1-3 (25-21, 25-27, 19-25, 19-25) di Daejeon Chungmu Gymnasium pada Sabtu (7/11/2026) malam WIB. Ini menjadi kekalahan kedua Megawati Hangestri dkk di musim pembuka V-League.
Sebelumnya Hyundai Hillstate juga menelan kekalahan dari IBK Altos dengan skor telak 0-3 (23-25, 23-25, 20-25) pada Selasa (3/11/2026) di laga perdananya.
Kang Sung-hyung selaku pelatih Hyundai pun mengungkapkan biang kerok kekalahan Megawati Hangestri dan kolega tersebut. Ia menilai anak asuhnya gagal memanfaatkan momentum ketika berada dalam posisi unggul, serta tidak cukup berani menekan lawan untuk mempertahankan kendali pertandingan.
“Secara keseluruhan, permainan kami sangat buruk. Ketika unggul, seharusnya kami terus menekan lawan dengan permainan yang mampu kami lakukan, tetapi kami gagal melakukannya,” kata Kang Sung-hyung, dilansir dari My Daily Korea.
Ia juga melihat persoalan mental yang memengaruhi penampilan para pemain ketika berada dalam posisi menguntungkan. Kang menilai para pemain justru terlihat tidak tenang saat memimpin sehingga permainan tim menjadi kurang solid.
“Sepertinya para pemain justru merasa gugup meskipun sedang unggul. Selain itu, mereka kembali membuat situasi menjadi sulit bagi satu sama lain,” tambahnya.
Sementara itu, Megawati Hangestri menjadi salah satu pemain yang mencatatkan perkembangan dari pertandingan sebelumnya. Opposite asal Indonesia itu menyumbangkan 18 poin dengan tingkat keberhasilan serangan mencapai 38,10 persen saat menghadapi mantan klubnya, Red Sparks.
Catatan Megawati meningkat dibandingkan saat melawan IBK Altos di laga perdananya. Saat itu pemain berjuluk Megatron itu hanya mengumpulkan tujuh poin dengan persentase keberhasilan serangan 33 persen.
Sedangkan Jordan Wilson juga memperlihatkan peningkatan kontribusi dengan mencetak 21 poin dan tingkat keberhasilan serangan 40 persen. Pada pertandingan pertama, pemain asal Amerika Serikat tersebut mencatatkan 15 poin dengan efektivitas serangan 37 persen.
Kang pun secara khusus menilai hubungan permainan antara Megawati dan rekan-rekannya mulai menunjukkan perkembangan. Namun, ia masih melihat persoalan pada penerimaan servis yang membuat Hyundai Hillstate kesulitan membangun serangan, terutama ketika Jordan menjadi sasaran tekanan lawan.
“Dibandingkan pertandingan pertama melawan IBK Altos, hari ini (lawan Red Sparks) kerja sama dengan Mega berjalan sedikit lebih baik. Namun, di sisi Jordan, penerimaan servis sangat terganggu,” jelasnya.
Pelatih Hyundai Hillstate itu menambahkan bahwa Red Sparks sengaja memberikan tekanan melalui servis untuk mengurangi efektivitas serangan kedua pemain asingnya.
“Lawan memberikan servis yang sangat kuat untuk menurunkan daya serang Jordan dan Mega. Kami tidak mampu bertahan menghadapi tekanan tersebut,” ucap dia.
Berdasarkan statistik memang Red Sparks unggul dalam perolehan ace dengan enam poin, sedangkan Hyundai Hillstate hanya mencatatkan tiga.
Tak hanya itu, erbedaan lebih mencolok terlihat pada efektivitas penerimaan servis, ketika Red Sparks membukukan 34,18 persen dan Hyundai hanya 18,6 persen.
Hasil ini membuat Hyundai Hillstate kini berada di peringkat keenam dengan nirpoin. Unggul dari SOOP SOOPers yang menjadi juru kunci dengan menempati peringkat ketujuh di klasemen sementara Liga Voli Korea 2026-2027.
Selanjutnya Hyundai Hillstate akan berhadapan dengan GS Caltex di laga lanjutan V-League pada Rabu (11/11/2026).
(nad)
Load more