Mengenal Yohanes Saut Marcellyno, Harapan Baru Tunggal Putra Indonesia di SEA Games 2025
- PBSI
- Mengalahkan unggulan pertama Kantaphon Wangcharoen
- Menyingkirkan unggulan kedelapan Jia Heng Jason Teh
- Menundukkan wakil Malaysia Cheam June Wei di semifinal (21-10, 21-19)
Langkah impresif itu mengantarnya ke partai puncak dalam All Indonesian Final melawan Alvi Wijaya Chairullah.
Pada final, Saut mampu bangkit dari start yang kurang baik sebelum akhirnya menang dua gim langsung 21-12, 21-17 dan meraih gelar BWF Tour pertamanya.
Prestasi ini menjadi momentum penting dalam karier Saut, menandai kematangannya sebagai pemain muda yang siap naik ke level lebih tinggi.
Pada Januari 2023, Saut resmi dipanggil bergabung ke Pelatnas PBSI sebagai bagian dari sektor tunggal putra pratama.
Di lingkungan latihan yang kompetitif ini, Saut berlatih bersama nama-nama muda lainnya seperti Alwi Farhan, Alvi Wijaya Chairullah, hingga Bodhi Ratana Teja Gotama.
Pengalaman berlatih di Pelatnas memperkuat fisik, teknik, dan mental bertandingnya.
Ia juga semakin terbiasa menghadapi sparring dengan para pemain senior yang memiliki pengalaman lebih matang.
Saat ini, Saut tercatat memiliki ranking dunia di kisaran 80 besar berdasarkan data terbaru, meski sebelumnya sempat berada di ranking 399 dunia pada masa awal transisi dari junior ke senior.
Di tengah kebutuhan Indonesia akan generasi penerus sektor tunggal putra, kehadiran Saut memberikan optimisme baru.
Publik berharap ia dapat mengikuti jejak para legenda seperti Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, hingga generasi sekarang seperti Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting.
(tsy)
Load more