Mengenal Yohanes Saut Marcellyno, Harapan Baru Tunggal Putra Indonesia di SEA Games 2025
- PBSI
tvOnenews.com - Nama Yohanes Saut Marcellyno semakin sering terdengar di kalangan pecinta bulu tangkis Tanah Air.
Pebulu tangkis muda asal Bogor ini digadang-gadang sebagai salah satu prospek paling menjanjikan di sektor tunggal putra.Â
Dengan gaya bermain agresif, kecerdasan strategi, serta mental bertanding yang matang untuk seusianya, Saut menjadi sosok yang patut diantisipasi perjalanan kariernya.
Namanya semakin menjadi sorotan usai ia resmi masuk ke dalam skuad Timnas bulu tangkis untuk SEA Games 2025.
- PBSI
Ia menjadi salah satu debutan yang akan ikut berjuang meraih medali di ajang dia tahunan itu.
Ia akan tampil bersama skuad Indonesia di Thailand pada 7-14 Desember 2025.
Untuk lebih mengenalnya, simak profil Yohanes Saut Marcellyno berikut ini.
Awal Mula Perjalanan Karier
Yohanes Saut Marcellyno atau yang akrab disapa Saut, lahir di Bogor pada 2 Mei 2003, dari pasangan Malanton Siahaan dan Nurmala Silalahi.
Sejak usia 9 tahun, Saut telah mulai serius menekuni dunia bulutangkis.
Keluarga menjadi pihak yang paling berjasa dalam perjalanan kariernya, mendukung penuh minat dan kerja keras Saut.
Saut menimba ilmu bulutangkis pertama kali di klub PB Kita, sebelum akhirnya bergabung dengan salah satu klub besar Indonesia, PB Jaya Raya Jakarta.
Perkembangan kemampuannya yang pesat membuat namanya mulai diperhitungkan di kelompok umur junior, baik dalam turnamen nasional maupun internasional.
Idolanya adalah legenda bulutangkis Tiongkok, Lin Dan, yang dikenal dengan ketangguhan mental dan teknik permainan luar biasa.
Sejak memasuki usia remaja, Saut aktif mengikuti berbagai turnamen junior.
Performa stabil dan teknik yang makin matang membuatnya kerap mencuri perhatian.
Kombinasi kualitas tersebut membuatnya mampu bersaing dengan pemain-pemain elit junior dari berbagai negara.
Pencapaian yang Mulai Terlihat: Final Guwahati Masters 2023
- PBSI
Nama Saut semakin naik daun setelah tampil gemilang di Guwahati Masters 2023, sebuah turnamen berlevel BWF Super 100.
Di turnamen tersebut, Saut mencatat beberapa kemenangan penting:
- Mengalahkan unggulan pertama Kantaphon Wangcharoen
- Menyingkirkan unggulan kedelapan Jia Heng Jason Teh
- Menundukkan wakil Malaysia Cheam June Wei di semifinal (21-10, 21-19)
Langkah impresif itu mengantarnya ke partai puncak dalam All Indonesian Final melawan Alvi Wijaya Chairullah.
Pada final, Saut mampu bangkit dari start yang kurang baik sebelum akhirnya menang dua gim langsung 21-12, 21-17 dan meraih gelar BWF Tour pertamanya.
Prestasi ini menjadi momentum penting dalam karier Saut, menandai kematangannya sebagai pemain muda yang siap naik ke level lebih tinggi.
Pada Januari 2023, Saut resmi dipanggil bergabung ke Pelatnas PBSI sebagai bagian dari sektor tunggal putra pratama.
Di lingkungan latihan yang kompetitif ini, Saut berlatih bersama nama-nama muda lainnya seperti Alwi Farhan, Alvi Wijaya Chairullah, hingga Bodhi Ratana Teja Gotama.
Pengalaman berlatih di Pelatnas memperkuat fisik, teknik, dan mental bertandingnya.
Ia juga semakin terbiasa menghadapi sparring dengan para pemain senior yang memiliki pengalaman lebih matang.
Saat ini, Saut tercatat memiliki ranking dunia di kisaran 80 besar berdasarkan data terbaru, meski sebelumnya sempat berada di ranking 399 dunia pada masa awal transisi dari junior ke senior.
Di tengah kebutuhan Indonesia akan generasi penerus sektor tunggal putra, kehadiran Saut memberikan optimisme baru.
Publik berharap ia dapat mengikuti jejak para legenda seperti Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, hingga generasi sekarang seperti Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting.
(tsy)
Load more