Profil Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi, Satu-satunya Wakil Indonesia di Final Macau Open 2026
- PBSI
tvOnenews.com - Pasangan muda ganda putra Indonesia, Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi, sedang mencuri sorotan di Macau Open 2026.
Di tengah persaingan ketat turnamen level BWF World Tour Super 300, duet kidal Merah Putih ini sukses menembus partai puncak dan menjadi satu-satunya wakil Indonesia di final.
Pencapaian tersebut terasa spesial karena menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia kembali memiliki stok talenta menjanjikan di sektor ganda putra.
Bukan hanya sekadar lolos ke laga terakhir, Ali/Devin datang ke final dengan kepercayaan diri tinggi, bekal performa meyakinkan, dan ambisi besar untuk menutup pekan di Makau dengan trofi juara.
Pada final yang digelar di Macau East Asian Games Dome, Cotai, Minggu (21/6/2026), Ali/Devin dijadwalkan menghadapi wakil Korea Selatan Jin Yong/Lee Jong-min.
Laga ini menjadi kesempatan emas bagi keduanya untuk mencatat salah satu pencapaian terbesar dalam karier mereka sejauh ini, sekaligus mempertegas status sebagai pasangan muda yang layak diperhitungkan di level internasional.
Langkah Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi ke final Macau Open 2026 tidak datang secara kebetulan.
Mereka menunjukkan performa yang matang sejak awal turnamen, termasuk saat menyingkirkan pasangan Malaysia Low Hang Yee/Ng Eng Cheong di semifinal dengan skor meyakinkan 21-12, 21-12.
Kemenangan itu terasa penting karena memperlihatkan kematangan taktik pasangan Indonesia.
Devin mengungkapkan, dirinya dan Ali tampil tanpa terlalu dibebani target berlebihan.
Alih-alih terjebak tekanan hasil, keduanya memilih fokus pada kualitas permainan.
Pendekatan seperti ini kerap menjadi pembeda bagi pasangan muda, terutama saat menghadapi turnamen berlevel internasional yang menuntut konsistensi mental selain kemampuan teknis.
Bukan cuma itu, Devin juga membeberkan pola permainan yang dipakai untuk menekan lawan di semifinal.
Strategi “no lob” yang disebut Devin menegaskan karakter agresif pasangan ini. Dengan meminimalkan bola-bola lambung dan menjaga tempo serangan tetap cepat, Ali/Devin mampu memaksa lawan terus bertahan.
Pola seperti itu sangat cocok dengan profil keduanya yang sama-sama kidal dan punya kecenderungan menyerang, terutama ketika mendapat bola tanggung di area depan dan tengah lapangan.
Load more