Pecahkan Rekor Susi Susanti, Prestasi An Se-young Bikin China Iri
- tvOnenews-M Indmas
An Se-young Bidik Rekor Baru di French Open 2026
Setelah mencatatkan sejarah di Denmark Open, An Se-young kini mengalihkan fokus ke French Open 2026 yang juga berstatus turnamen Super 750.
Ia memiliki catatan impresif di turnamen yang berlangsung di Paris tersebut. An Se-young pernah menjadi juara pada edisi 2019, 2024, dan 2025.
Apabila kembali meraih gelar pada tahun ini, An Se-young berpeluang mencatatkan sejarah baru dengan menjadi pemain tunggal putri yang paling sering menjuarai French Open. Ia juga berkesempatan menjadi pemain pertama yang mampu meraih gelar turnamen tersebut selama tiga edisi berturut-turut.
Peluangnya untuk melangkah jauh terbilang cukup terbuka jika melihat hasil undian pertandingan. An Se-young dijadwalkan memulai perjuangannya pada 21 Oktober dengan menghadapi pemain Denmark, Amalie Schulz, yang menempati peringkat ke-44 dunia, pada babak 32 besar.
Jika berhasil melewati rintangan awal, An Se-young berpotensi bertemu Han Yue dari China, yang berada di peringkat ke-10 dunia, pada babak perempat final. Sementara itu, Akane Yamaguchi diperkirakan menjadi salah satu calon lawannya di semifinal.
Apabila mampu mencapai partai puncak, An Se-young kemungkinan kembali berhadapan dengan Wang Zhiyi. Pertemuan tersebut berpotensi menjadi ujian penting bagi pemain Korea Selatan itu, mengingat Wang merupakan satu-satunya lawan yang berhasil mengalahkannya sepanjang musim ini.
NetEase turut menyoroti status An Se-young sebagai unggulan teratas di French Open 2026.
"Ahn Sei-young memasuki French Open sebagai unggulan teratas. Ia akan berkompetisi bersama pemain-pemain peringkat atas seperti Wang Zhiyi dan Yamaguchi."
Dengan modal performa impresif dan rekor kemenangan yang terus bertambah, An Se-young berpeluang kembali menunjukkan dominasinya di panggung internasional. French Open 2026 pun menjadi kesempatan berikutnya bagi sang bintang Korea Selatan untuk mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah bulutangkis tunggal putri.
Load more