News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siapa Lebih Hebat: Tim atau Kostya Tszyu? Bapak dan Anak di Ring Tinju

AHAD, 30 Maret 2024, tvOne, kembali akan mementaskan tiga partai laga tinju dunia. Dua laga perebutan gelar juara dunia kelas Super Lightweight WBA, Ronaldo Romero vs Isaac Cruz dan Erislandy Lara vs Micheel Zerafa, di kelas Midlleweight WBA.
Sabtu, 16 Maret 2024 - 20:04 WIB
Jauh sebelum Tim Tszyu berkiprah dan menjadi jagoan, ada Tszyu lain yang lebih dulu membuat sensasi di ring tinju dunia. Ya, dia adalah Kostya Tszyu yang tak lain adalah ayah tim.
Sumber :
  • tvOne

Di profesional, tahun 1995, Kostya merebut gelar juara dunia Light Welterweight IBF dari Jake Rodriguez dengan kemenangan TKO-6, di MGM Las Vegas (28/1/1995). Setelah 5 kali mempertahankan gelar, ia kalah untuk pertama kali dari Vince Philip.

Pada (28/11/1998), Kostya kembali menjadi juara dunia setelah menghentikan sang juara Light Welterweight WBC, Diosbelys Hurtado dengan TKO-5. Dan sempat menyatukan versi WBA, setelah menang angka atas Oktay Ukai (23/6/2001). Namun di laga terakhir, ke-34, Kostya kalah RTD dari Ricky Hatton.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu, bagaimana dengan Tim Tszyu? Harus diakui, kariernya tidak secemerlang sang ayah. Hingga usia 15 tahun, Tim masih gamang untuk memilih tinju atau sepakbola, dan Kriket.

Sejak di St. George Christian Scholl, Newington Collage hingga Unoversity of Technology Sydney, Tim menjadi pemain handal.

Baru di usianya yang ke-22, dan setelah ia melewati 33 laga amatir dengan hanya sekali kalah, Tim memutuskan untuk total berkarir ke dunia tinju. Bekalnya meraih medali perunggu Kejuaraan Nasional Australia.

Di ajang profesional yang ia tekuni selama tujuh tahun, baru di laga ke-24 ia berhasil meraih juara dunia WBO, Light Middleweight. Dua laga sebelumnya, Tim sebenarnya sudah mengantungi gelar interim (sementara) setelah menang TKO atas Tony Harrison (12/3/2023) dan sekali mempertahankan dengan menang KO-1 atas
Carrios Ocampo (18/6/2023).

Perbedaan rekor pertarungannya, Tum 24 (7), 0- 0, sedangkan Kostya 34 (25)- 2- 0. Jadi, bagaimana menurut anda, Tim atau Kostya yang lebih hebat?(chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
5 Zodiak yang Makin Bersinar soal Karier Besok 30 September 2026

5 Zodiak yang Makin Bersinar soal Karier Besok 30 September 2026

5 zodiak karier makin bersinar besok 30 September 2026. Gemini, Virgo, Libra, Capricorn, dan Sagittarius punya peluang kerja menarik.
Jadwal Voli Asian Games 2026, Selasa 29 September: Ada Timnas Voli Indonesia Vs Iran, Berebut Tiket ke Perempat Final

Jadwal Voli Asian Games 2026, Selasa 29 September: Ada Timnas Voli Indonesia Vs Iran, Berebut Tiket ke Perempat Final

Jadwal voli Asian Games 2026 hari ini Selasa (29/9/2026). Timnas Voli Indonesia akan berhadapan dengan Iran untuk memperebutkan tiket menuju babak perempat final.
Jadwal Final Bulu Tangkis Asian Games 2026: Amri/Nita dan Leo/Daniel Berebut Medali Emas

Jadwal Final Bulu Tangkis Asian Games 2026: Amri/Nita dan Leo/Daniel Berebut Medali Emas

Jadwal final bulu tangkis Asian Games 2026, di mana ada dua wakil Indonesia yang akan berebut medali emas yakni Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Media Vietnam Sindir Status 11 Pemain Diaspora

Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Media Vietnam Sindir Status 11 Pemain Diaspora

Media Vietnam, The Thao 247 menyindir kepiawaian 11 pemain diaspora dari hasil laga Timnas Indonesia ditahan imbang Malaysia skor 0-0 pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Viral Kecoa Terbang di Gerbong Wanita KRL, Penumpang Auto Teriak Histeris hingga Ngakak

Viral Kecoa Terbang di Gerbong Wanita KRL, Penumpang Auto Teriak Histeris hingga Ngakak

Sebuah video memperlihatkan suasana para penumpang histeris saat ada seekor hewan serangga kecoa terbang dalam gerbong wanita KRL rute Bogor viral di medsos.

Trending

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT