News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bikin Gempar Dunia Tinju! Jaime Munguia Diduga Gunakan Doping, WBO Langsung Turun Tangan!

Dunia tinju dibuat gempar setelah Jaime Munguia diduga menggunakan doping, membuat World Boxing Organization (WBO) langsung turun tangan dengan melakukan investigasi.
Minggu, 29 Juni 2025 - 21:07 WIB
Jaime Munguia petinju kelas dunia
Sumber :
  • Instagram.com/jaimemunguiaofficial

Jakarta, tvOnenews.com – Dunia tinju dibuat gempar setelah Jaime Munguia diduga menggunakan doping, membuat World Boxing Organization (WBO) langsung turun tangan dengan melakukan investigasi.

WBO sendiri sudah mulai menyelidiki adanya dugaan kasus pelanggaran anti-doping yang dilakukan oleh Jaime Munguia selaku petinju kelas menengah super WBO.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Komite Kejuaraan Dunia WBO dengan ini memulai proses administratif untuk menyelidiki masalah ini sesuai dengan peraturan dan regulasi WBO yang berlaku," tulis pernyataan WBO.

Kasus ini bermula dari adanya dugaan penggunaan zat peningkat performa yang sehubungan dengan pertarungan terakhir Munguia kala melawan Bruno Surace.

WBO menjelaskan, menurut laporan yang diterbitkan oleh media tinju terkemuka, telah dituduhkan bahwa sampel A dan B Munguia dinyatakan positif mengandung zat terlarang.

Berdasarkan laporan yang dipublikasikan, Komite Kejuaraan Dunia WBO memutuskan untuk menyelidiki masalah tersebut.

WBO menyatakan, surat kepada Munguia tersebut merupakan keputusan atau keputusan atas dugaan pelanggaran.

Surat tersebut hanya meringkas keadaan faktual seperti yang dilaporkan, menguraikan kerangka peraturan yang berlaku dan secara resmi memulai proses di mana Komite akan menilai masalah ini dengan cara yang adil dan tidak memihak.

Tuduhan perilaku tersebut, jika dikonfirmasi, akan merupakan pelanggaran terhadap ketentuan WBO yaitu pada pasal 28a berbunyi:

“Penggunaan obat-obatan terla rang atau obat peningkat performa atau stimulan sebelum atau selama kontes Kejuaraan oleh salah satu kontestan akan menjadi alasan yang cukup untuk mendiskualifikasi kontestan yang terbukti bersalah atas penggunaan tersebut.”

Kemudian Pasal 28b berbunyi: Penentuan penggunaan obat terlarang atau penggunaan zat peningkat performa hanya dapat dilakukan oleh Komisi Penyelenggara Kontes atau Komisi Perizinan Peserta WBO, jika didukung oleh hasil tes dari WADA atau badan anti-doping yang diakui secara internasional.

Pasal 19a dan 19b: Setiap Peserta WBO yang ditentukan oleh Komisi Tuan Rumah, Komisi Lisensi, atau lainnya untuk dinyatakan positif menggunakan obat terlarang atau obat peningkat performa akan dikenakan tindakan disipliner, termasuk namun tidak terbatas pada pencopotan dari Peringkat WBO, penangguhan, atau tindakan lain yang sesuai berdasarkan Peraturan WBO.

Sesuai aturan, WBO Munguia memberikan waktu 10 hari sejak pemberitahuan untuk mengirimkan penjelasan tertulis, bukti dokumenter, atau materi relevan lainnya yang membahas tuduhan tersebut.

Kegagalan untuk memberikan tanggapan dalam jangka waktu tersebut akan dianggap sebagai pengabaian merupakan pengabaian hak-hak yang diberikan dan Komite Kejuaraan Dunia WBO akan melanjutkan untuk mengeluarkan keputusan yang dianggap tepat sesuai dengan regulasi WBO.

WBO memastikan semua proses itu dilakukan secara independen dengan mengikuti proses internal yang ditetapkan dalam peraturan WBO.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

WBO akan secara tegas memiliki semua hak untuk mengeluarkan keputusan atau penentuan lebih lanjut sesuai dengan aturan yang mengatur dan kerangka kerja peraturan, selalu sesuai dengan proses yang semestinya dan untuk melayani kepentingan terbaik tinju.

(ant/nad)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Korban Pengancaman Senapan Angin di Gowa Curhat, Penanganan Polsek Biringbulu Dinilai Lamban

Korban Pengancaman Senapan Angin di Gowa Curhat, Penanganan Polsek Biringbulu Dinilai Lamban

Seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Biringbulu hidup dalam rasa takut selama berbulan-bulan usai diancam menggunakan senapan angin namun terduga pelaku masih bebas berkeliaran.
Dari Manufaktur Lokal ke Dampak Nasional, VKTR Day Dorong Kolaborasi Ekosistem Kendaraan Listrik Terintegrasi

Dari Manufaktur Lokal ke Dampak Nasional, VKTR Day Dorong Kolaborasi Ekosistem Kendaraan Listrik Terintegrasi

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk menggelar VKTR Day, sebuah kegiatan stakeholder gathering yang mempertemukan mitra strategis, pemerintah, pelaku industri, dan asosiasi guna memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.
PSO Transportasi Udara Dinilai Mendesak, Pemerintah Diminta Pangkas Beban Biaya Penerbangan

PSO Transportasi Udara Dinilai Mendesak, Pemerintah Diminta Pangkas Beban Biaya Penerbangan

Skema Public Service Obligation (PSO) untuk transportasi udara dinilai semakin mendesak diterapkan guna menjamin keterjangkauan harga tiket dan menjaga konektivitas nasional, khususnya bagi wilayah kepulauan, terpencil, terluar, dan perbatasan.
Apakah Benar Kebiasaan Menjahit dan Menyapu di Malam Hari buat Rezeki Seret? Ustaz Abdul Somad dan Buya Yahya Menjawab

Apakah Benar Kebiasaan Menjahit dan Menyapu di Malam Hari buat Rezeki Seret? Ustaz Abdul Somad dan Buya Yahya Menjawab

Beredar cerita di tengah masyarakat, jika menjahit dan menyapu bisa membuat rezeki seret. Ternyata dalam Islam begini.
Gagal Dapat Tiket Lebaran 2026, Masih Adakah Tiket Kereta Api Tambahan? Begini Informasi KAI Selengkapnya

Gagal Dapat Tiket Lebaran 2026, Masih Adakah Tiket Kereta Api Tambahan? Begini Informasi KAI Selengkapnya

Tingginya permintaan masyarakat akan tiket kereta pada periode lebaran membuat calon pemudik harus berlomba-lomba membeli tiket mudik lebaran di setiap tahun
Bak Bumi dan Langit, Segini Perbandingan Gaji Maarten Paes di FC Dallas dan Ajax Amsterdam

Bak Bumi dan Langit, Segini Perbandingan Gaji Maarten Paes di FC Dallas dan Ajax Amsterdam

Bak bumi dan langit, intip perbandingan gaji Maarten Paes saat membela FC Dallas dan setelah resmi bergabung dengan Ajax Amsterdam.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, tampaknya menerima kabar soal nasibnya dari media Italia. Di sisi lain, dia menerima kunjungan dari pelatih John Herdman.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT