Conor McGregor Ungkap Strategi Tak Biasa Jelang UFC 329: Siapkan Diri untuk Skenario Terburuk
- Instagram/thenotoriousmma
tvOnenews.com - Conor McGregor mengungkapkan pendekatan berbeda yang ia terapkan menjelang comeback-nya di UFC 329. Mantan juara dua divisi UFC itu mengaku kini lebih fokus mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan terburuk yang bisa terjadi di dalam oktagon.
Conor McGregor (22-6 MMA, 10-4 UFC) belum pernah bertanding lagi sejak mengalami patah kaki saat menghadapi Dustin Poirier pada Juli 2021. Cedera tersebut memaksanya menepi dari dunia MMA selama hampir lima tahun.
Pada 11 Juli mendatang, petarung asal Irlandia itu dijadwalkan kembali ke oktagon untuk menghadapi Max Holloway (27-9 MMA, 23-9 UFC) dalam laga utama UFC 329 yang berlangsung di T-Mobile Arena, Las Vegas.
- Kolase tvOnenews.com / Instagram/@thenotoriousmma / blessedmma
Banyak pihak mempertanyakan apakah McGregor masih mampu tampil seperti masa jayanya. Keraguan itu muncul karena sejumlah petarung, seperti Anderson Silva dan Chris Weidman, dinilai tidak pernah benar-benar kembali ke performa terbaik setelah mengalami cedera patah kaki serupa.
Namun, Conor McGregor mengaku telah menyiapkan strategi mental untuk menghadapi segala kemungkinan.
"Sekarang, karena saya sudah jauh lebih berpengalaman dalam permainan ini, saya sebenarnya bekerja mundur menuju skenario yang sempurna," kata McGregor dalam wawancara dengan Mac Energy dilansir dari kanal Youtube.Â
"Saya pernah mengalami patah tulang di dalam oktagon, jadi sekarang saya harus punya jawaban untuk itu. Saya punya skenario yang sempurna: Anda menjatuhkan mereka dengan pukulan backhand yang keras, penonton bersorak. Tapi kemudian saya punya skenario terburuk: Bahu terkilir di tengah ronde pertama. Apa mekanisme saya? Bahu depan terkilir di ronde pertama. Apa gerakan saya? Apa reaksi saya? Apakah saya mengubah posisi? Apakah saya berbaring telentang?"
Menurut McGregor, pengalaman panjang di dunia pertarungan membuatnya sadar bahwa seorang petarung harus memiliki rencana untuk menghadapi situasi paling sulit sekalipun.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak terobsesi dengan kemungkinan buruk tersebut, tetapi tetap menyiapkan solusi jika hal itu benar-benar terjadi saat bertarung.
"Saya memiliki berbagai macam respons untuk skenario terburuk – bukan berarti saya terus memikirkannya atau merenungkannya secara berlebihan, tetapi saya memang memilikinya."
Load more