GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Buka Suara soal Potensi MotoGP dan F1 Balapan Bareng, Dorna Sports: Menarik, tapi...

Setelah Liberty Media resmi membeli sebagian besar saham Dorna Sports, muncul kembali pertanyaan di kalangan penggemar motorsport soal kemungkinan MotoGP dan Formula 1 menggelar balapan di trek dan hari yang sama di masa depan.
Sabtu, 2 Agustus 2025 - 11:03 WIB
Dorna Sports buka suara soal potensi MotoGP dan F1 digelar bersamaan
Sumber :
  • kolase Marc Marquez dan Oscar Piastri

Jakarta, tvOnenews.com - Setelah Liberty Media resmi membeli sebagian besar saham Dorna Sports, muncul kembali pertanyaan di kalangan penggemar motorsport soal kemungkinan MotoGP dan Formula 1 menggelar balapan di trek dan hari yang sama di masa depan.

Wacana ini sejatinya bukan hal baru dan sudah mencuat sejak CEO F1, Stefano Domenicali, menghadiri balapan MotoGP Portugal 2023 dan bertemu langsung dengan CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Marc Marquez dan para pembalap di MotoGP Jerman 2025
Marc Marquez dan para pembalap di MotoGP Jerman 2025
Sumber :
  • Reuters

 

Seperti diketahui, dengan 84% saham Dorna sudah dimiliki Liberty Media (pemilik F1), keduanya berada dalam satu payung manajemen, membuka peluang realisasi ide tersebut. 

Namun, Carlos Ezpeleta, Direktur Olahraga Dorna, mengingatkan bahwa wacana itu tidak mudah diwujudkan karena banyak tantangan teknis dan logistik yang harus dihadapi.

“Gagasan ini sangat menarik, apalagi jika tujuannya untuk memperluas audiens MotoGP. Namun, pelaksanaannya hanya bisa dilakukan di beberapa sirkuit saja setiap tahunnya,” ungkap Carlos kepada Speedweek.

Saat ini, hanya lima sirkuit yang menyelenggarakan balapan untuk kedua ajang tersebut yakni Lusail (Qatar), Barcelona-Catalunya (Spanyol), Red Bull Ring (Austria), Silverstone (Inggris), dan Circuit of The Americas (Amerika Serikat). 

Selain itu, karakter penonton kedua ajang ini pun cukup berbeda, sehingga strategi penjualan tiket dan penyelenggaraan event harus benar-benar dipertimbangkan secara matang.

“Basis penonton MotoGP dan F1 sangat berbeda, terutama di pasar yang belum berkembang. Kami harus mengerti apa yang benar-benar diinginkan fans kami, baik lama maupun baru,” lanjut Ezpeleta.

Selain itu, aspek infrastruktur menjadi tantangan lain. 

Pembalap tim Red Bull Max Verstappen (kanan) dan pembalap tim Ferrari Charles Leclerc (tengah) beradu cepat dalam balap Formula 1 Grand Prix di Las Vegas Strip Circuit, Nevada, Amerika Serikat, Minggu (19/11/2023).
Pembalap tim Red Bull Max Verstappen (kanan) dan pembalap tim Ferrari Charles Leclerc (tengah) beradu cepat dalam balap Formula 1 Grand Prix di Las Vegas Strip Circuit, Nevada, Amerika Serikat, Minggu (19/11/2023).
Sumber :
  • Antara

 

MotoGP, misalnya, tidak dapat diselenggarakan di sirkuit jalanan seperti yang kini populer di F1 seperti Las Vegas menjadi contoh yang tak mungkin menggelar MotoGP karena masalah keselamatan. 

Selain itu, kapasitas paddock dan garasi yang terbatas membuat banyak sirkuit belum layak menggelar dua ajang besar sekaligus.

“Masalah utama ada di paddock. Tapi itu bisa diatasi dengan fasilitas sementara, seperti tribun atau paddock portable,” jelasnya.

Terakhir, Ezpeleta menegaskan bahwa meski ingin menjangkau audiens baru, kesetiaan penggemar lama harus tetap dijaga. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami tidak boleh melupakan fans setia yang selama ini selalu datang ke balapan tahun demi tahun. Mereka adalah fondasi utama dari olahraga ini,” tutupnya.

(aes)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Retret Kokam Muhammadiyah, Kapolri Tekankan Sinergitas Jaga Persatuan hingga Kamtibmas

Retret Kokam Muhammadiyah, Kapolri Tekankan Sinergitas Jaga Persatuan hingga Kamtibmas

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan Retret Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda KOKAM Muhammadiyah di Satlat Brimob Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat.
Pemprov DKI Ikut Panen Raya di Cianjur, Rano Karno: Jakarta Mungkin Tak Punya Lahan, tapi Punya Fiskal Besar

Pemprov DKI Ikut Panen Raya di Cianjur, Rano Karno: Jakarta Mungkin Tak Punya Lahan, tapi Punya Fiskal Besar

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Kanro menghadiri kegiatan panen bersama di Desa Sindang Jaya, Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (12/2/2026).
Pramono Ungkap Anggaran Pembangunan Maroedja Sport Park Capai Rp12 Miliar

Pramono Ungkap Anggaran Pembangunan Maroedja Sport Park Capai Rp12 Miliar

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan anggaran pembangunan Maroedja Sport Park di Kembangan, Jakarta Barat, mencapai kurang lebih Rp12 miliar.
WTI 2025: Periode 2023-2025 Ada 137 Pelaku Aktif Lakukan Kegiatan Terorisme di Ruang Publik

WTI 2025: Periode 2023-2025 Ada 137 Pelaku Aktif Lakukan Kegiatan Terorisme di Ruang Publik

Ancaman terorisme di Indonesia semenjak tahun 2023 hingga 2025 menurut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tetap konsisten dan adaptif.
Seruni Kabinet Merah Putih Bantu Korban Bencana Tapteng

Seruni Kabinet Merah Putih Bantu Korban Bencana Tapteng

Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Makin Terang Benderang, Identitas Kelompok Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digoel Mulai Tercium

Makin Terang Benderang, Identitas Kelompok Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digoel Mulai Tercium

Polisi telah mengidentifikasi kelompok yang melakukan penembakan terhadap pesawat Smart Air di Bandara Korowai Batu, Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu lalu.

Trending

Timnas Indonesia U-17 Kalah Dua Kali dari China, Nova Arianto Resmi Diganti Jelang Piala Asia U-17 2026

Timnas Indonesia U-17 Kalah Dua Kali dari China, Nova Arianto Resmi Diganti Jelang Piala Asia U-17 2026

Nova Arianto resmi diganti sebagai pelatih Timnas Indonesia U-17 menjelang Piala Asia U-17 2026. Dia hanya ditunjuk untuk sementara dalam dua laga uji coba melawan China.
Teks Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira

Teks Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira

Berikut teks khutbah Jumat 13 Februari 2026 spesial jelang Ramadhan 2026/1447 H "Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira".
Sebentar Lagi Eligible Dinaturalisasi! 3 Pemain Ini Bisa Jadi Duet Mengerikan Ole Romeny di Timnas Indonesia, Nomor 2 Pernah Tolak Persib

Sebentar Lagi Eligible Dinaturalisasi! 3 Pemain Ini Bisa Jadi Duet Mengerikan Ole Romeny di Timnas Indonesia, Nomor 2 Pernah Tolak Persib

Tiga pemain asing Super League hampir eligible dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia. John Herdman berpeluang mendapat tandem tajam bagi Ole Romeny di depan.
Ragnar Oratmangoen Bisa Jadi Kunci Timnas Indonesia Datangkan Bek Belgia Berdarah Surabaya, John Herdman Tertarik?

Ragnar Oratmangoen Bisa Jadi Kunci Timnas Indonesia Datangkan Bek Belgia Berdarah Surabaya, John Herdman Tertarik?

Dalam arahan John Herdman, pencarian bek tangguh kembali mengarah ke Eropa. Kali ini radar Timnas Indonesia tertuju ke rekan setim Ragnar Oratmangoen di Belgia.
Pantas Saja Namanya Mendunia, Amalan Sunnah ini yang Selalu Dibawa Megawati Hangestri Setiap Bertanding

Pantas Saja Namanya Mendunia, Amalan Sunnah ini yang Selalu Dibawa Megawati Hangestri Setiap Bertanding

Ada satu amalan sunnah selalu dibawa Megawati Hangestri. Bisa menjadi contoh yang baik.
Jokowi Diperiksa di Polresta Solo terkait Tudingan Ijazah Palsu, Ditanya 10 Pertanyaan Salah Satunya soal Alur Pembuatan Skripsi

Jokowi Diperiksa di Polresta Solo terkait Tudingan Ijazah Palsu, Ditanya 10 Pertanyaan Salah Satunya soal Alur Pembuatan Skripsi

Jokowi diperiksa di Polresta Solo pada Rabu (11/2/2026) sore terkait laporan Jokowi ke Polda Metro Jaya soal dugaan pencemaran nama baik atas kasus dugaan ijazah palsu.
Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia asal Jepang Ini Pernah Buka-bukaan soal Besaran Gajinya di Liga 1

Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia asal Jepang Ini Pernah Buka-bukaan soal Besaran Gajinya di Liga 1

Taisei Marukawa disebut-sebut berpeluang dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) membela Timnas Indonesia. Pemain asal Jepang itu hampir lima tahun
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT