News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

DNF di Interlagos karena Crash yang Disebabkan Oscar Piastri, Charles Leclerc Justru Sebut Kimi Antonelli Juga Bersalah

Charles Leclerc mengaku sangat kecewa setelah gagal finis di F1 GP Brasil 2025 akibat insiden crash di Tikungan 1 sirkuit Interlagos.
Selasa, 11 November 2025 - 18:02 WIB
Charles Leclerc
Sumber :
  • Facebook/F1

 

tvOnenews.com - Charles Leclerc mengaku sangat kecewa setelah gagal finis di F1 GP Brasil 2025 akibat insiden crash di Tikungan 1 sirkuit Interlagos.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Insiden Crash pasca restart itu melibatkan dirinya, Oscar Piastri, dan Kimi Antonelli.

Pada restart pasca crash di awal balapan, Piastri mencoba menyalip Antonelli dari sisi dalam. 

Charles Leclerc
Charles Leclerc
Sumber :
  • Facebook/F1

 

Namun, manuver agresif pembalap McLaren itu membuat mobil Mercedes milik Antonelli menyenggol Ferrari Leclerc yang berada di sisi luar.

Akibatnya, mobil SF-25 milik Leclerc rusak parah di bagian depan dan memaksanya keluar dari balapan meski sempat berada di posisi ketiga.

FIA menilai Piastri sebagai pihak paling bersalah dan menjatuhkan penalti waktu 10 detik kepada pembalap Australia tersebut.

Namun, Leclerc menilai Antonelli juga ikut berperan dalam kecelakaan tersebut.

"Oscar optimis tetapi Kimi tahu bahwa Oscar ada di dalam, saya pikir, dan dia mengambil tikungan seperti Oscar tidak pernah ada," kata Leclerc kepada Sky Sports F1.

Pembalap Ferrari, Charles Leclerc
Pembalap Ferrari, Charles Leclerc
Sumber :
  • Faceboock Scuderia Ferrari

 

“Bagi saya yang disalahkan tidak semuanya ada pada Oscar. Ya, itu optimis, tetapi ini bisa dihindari. Saya frustasi," tambahnya.

“Pada akhirnya saya tidak marah dengan Oscar atau Kimi, hal-hal ini terjadi, tetapi saya tidak akan terlalu jauh dengan mengatakan itu semua adalah kesalahan Oscar. Saya tidak berpikir begitu.” lanjutnya.

Antonelli sendiri menilai situasinya cukup sulit. Ia mengaku tidak sempat melihat keberadaan Piastri di cermin saat masuk tikungan.

“Saya mengalami restart yang buruk, mengalami beberapa wheelspin, sedikit terlalu agresif pada tenaga,” ujar Antonelli. 

“Saya mencoba meninggalkan ruang untuk Charles dan tidak menutup bagian dalam terlalu banyak, karena ketika saya mengerem, saya tidak melihat Piastri lagi.” terangnya.

Sementara itu, Piastri menegaskan dirinya tidak menyesali manuver tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya memiliki kesempatan yang sangat jelas, saya melakukannya. Aku tidak bisa menghilang tapi keputusannya seperti itu,” kata Piastri.

Pada gelaran F1 GP Brasil 2025 sendiri, Kimi Antonelli berhasil finis di P2 yang merupakan posisi terbaiknya musi ini.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Alasan Mengapa Keluarga Jadi Benteng Utama Kesehatan Mental Anak, Ini Langkah yang Bisa Dimulai dari Rumah

Alasan Mengapa Keluarga Jadi Benteng Utama Kesehatan Mental Anak, Ini Langkah yang Bisa Dimulai dari Rumah

Kesehatan mental anak semakin menjadi perhatian di Indonesia. Ketahanan keluarga, pola asuh yang hangat, dan pemberdayaan perempuan dinilai berperan penting
Upaya Percepatan Rehabilitasi Pasca Bencana Tuai Apresiasi dari JMSI Aceh

Upaya Percepatan Rehabilitasi Pasca Bencana Tuai Apresiasi dari JMSI Aceh

Pemerintah Indonesia terus mempercepat rehabilitasi wilayah terdampak pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh.
Hadir Sebagai Ahli Kemenkum, Pakar Tegaskan Kewenangan Negara pada Perkara PLK

Hadir Sebagai Ahli Kemenkum, Pakar Tegaskan Kewenangan Negara pada Perkara PLK

Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) kembali menggelar sidang gugatan Sengketa Tata Usaha Negara Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK) terhadap Ditjen AHU Kemenkum RI dengan nomor Perkara Nomor 435/G/2025/PTUN.JKT.
Bukan Cuma Teknologi, Ternyata Ini Rahasia KAI Jadi Acuan Layanan Publik Indonesia

Bukan Cuma Teknologi, Ternyata Ini Rahasia KAI Jadi Acuan Layanan Publik Indonesia

Keberhasilan KAI menjadi benchmark layanan publik Indonesia tidak hanya ditopang teknologi dan infrastruktur, tetapi juga budaya disiplin masyarakat serta inovasi layanan
Bejat! Ayah di Karawang Diduga Tega Nodai Anak Kandung Berusia 3 Tahun

Bejat! Ayah di Karawang Diduga Tega Nodai Anak Kandung Berusia 3 Tahun

Pria di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kini harus berurusan dengan hukum setelah diduga melakukan tindakan asusila terhadap anak kandungnya sendiri yang masih berusia tiga tahun. 
Senjata Andalan Pratama Arhan di Timnas Indonesia Jadi Sorotan di Tengah Piala Dunia 2026

Senjata Andalan Pratama Arhan di Timnas Indonesia Jadi Sorotan di Tengah Piala Dunia 2026

Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan media Vietnam. Senjata khas skuad Garuda yang selama ini identik Pratama Arhan dikaitkan dengan momen Piala Dunia.

Trending

Diduga Pesta Miras Bersama Wanita di Kantor, Dua Lurah di Kendari Dinonaktifkan

Diduga Pesta Miras Bersama Wanita di Kantor, Dua Lurah di Kendari Dinonaktifkan

Tindakan tidak terpuji diduga dilakukan oleh dua oknum pejabat kewilayahan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. 
Jadi Pemain Tertua Kedua di Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Masih Punya Mimpi Besar Bersama Portugal

Jadi Pemain Tertua Kedua di Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Masih Punya Mimpi Besar Bersama Portugal

Cristiano Ronaldo percaya generasi emas Portugal mampu melaju jauh di Piala Dunia 2026. Namun, di usia 41 tahun, CR7 memilih realistis dan siap menerima apa pun hasil akhirnya.
Polres Karawang Bongkar Sindikat Sabu Lintas Karawang-Bekasi, 110 Gram Barang Bukti Disita

Polres Karawang Bongkar Sindikat Sabu Lintas Karawang-Bekasi, 110 Gram Barang Bukti Disita

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Karawang berhasil memutus rantai peredaran narkotika jenis sabu yang beroperasi di wilayah Karawang dan Bekasi. 
Upaya Percepatan Rehabilitasi Pasca Bencana Tuai Apresiasi dari JMSI Aceh

Upaya Percepatan Rehabilitasi Pasca Bencana Tuai Apresiasi dari JMSI Aceh

Pemerintah Indonesia terus mempercepat rehabilitasi wilayah terdampak pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh.
Alasan Mengapa Keluarga Jadi Benteng Utama Kesehatan Mental Anak, Ini Langkah yang Bisa Dimulai dari Rumah

Alasan Mengapa Keluarga Jadi Benteng Utama Kesehatan Mental Anak, Ini Langkah yang Bisa Dimulai dari Rumah

Kesehatan mental anak semakin menjadi perhatian di Indonesia. Ketahanan keluarga, pola asuh yang hangat, dan pemberdayaan perempuan dinilai berperan penting
Bejat! Ayah di Karawang Diduga Tega Nodai Anak Kandung Berusia 3 Tahun

Bejat! Ayah di Karawang Diduga Tega Nodai Anak Kandung Berusia 3 Tahun

Pria di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kini harus berurusan dengan hukum setelah diduga melakukan tindakan asusila terhadap anak kandungnya sendiri yang masih berusia tiga tahun. 
7 Kuliner Legendaris Jakarta yang Kini Mulai Langka, Nomor 3 Dulu Mudah Ditemukan di Pinggir Jalan

7 Kuliner Legendaris Jakarta yang Kini Mulai Langka, Nomor 3 Dulu Mudah Ditemukan di Pinggir Jalan

Sejumlah kuliner khas Betawi yang pernah populer di Jakarta kini semakin sulit ditemukan. Dari Roejak Shanghai hingga Roti Gambang, berikut daftar makanan legendaris yang mulai langka
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT