Berhasil Amankan Satu Tempat di Racing Bulls untuk F1 2026, Liam Lawson Disebut Sebagai Pembalap Jenius Oleh...
- F1
tvOnenews.com - Musim F1 2025 menjadi fase penuh tantangan bagi Liam Lawson sebelum kembali menemukan performa terbaiknya bersama Racing Bulls.
Liam Lawson sempat memulai musim bersama Red Bull, namun kesulitan beradaptasi dengan RB21 membuatnya kembali ke Racing Bulls setelah hanya dua balapan.
Minimnya persiapan dengan Racing Bulls membuat pembalap Selandia Baru itu memulai musim dari posisi kurang ideal.
- Facebook/Visa Cash App RB
Ia bahkan tertinggal dari rekan setimnya, Isack Hadjar, pada fase awal kembalinya ke Racing bulls.
Seiring berjalannya musim, Lawson perlahan menemukan kembali ritme balapnya.
Performa signifikan mulai terlihat pada F1 GP Monako, saat ia mampu tampil sejajar dengan Hadjar.
Sejak balapan tersebut, konsistensi Lawson meningkat dan selisih poinnya dengan Hadjar semakin tipis.
Dalam 16 balapan terakhir musim lalu, Lawson hanya terpaut dua poin dari Hadjar.
Catatan tersebut menjadi bukti kematangan serta kecerdasan balap Lawson di lintasan.
Performa stabil itu membuat Racing Bulls memastikan Lawson tetap bertahan untuk F1 2026.
- F1
Musim depan, Lawson akan berduet dengan pembalap rookie Arvid Lindblad di Racing Bulls.
Kepercayaan tim terhadap Lawson ditegaskan langsung oleh bos Racing Bulls, Alan Permane.
“Saya melihat seorang jenius dalam diri Lawson. Saya pikir hal utama di sini adalah fokus. Pikirkan tentang balapan luar biasa di Austria, di Budapest, kualifikasi di Baku dan balapan,” kata Permane.
“Kami harus menyadari apa yang tepat pada saat-saat itu dan kami harus membawanya ke dalam musim ini.” sambungnya.
Dengan dukungan penuh tim, Lawson dinilai siap menjadi kejutan menarik di Formula 1 2026.
(akg)
Load more