GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Marc Marquez Beri Sinyal Pensiun, Ungkap Faktor Penting yang akan Membuatnya Akhiri Karier di MotoGP

Marc Marquez mulai membuka pembahasan soal masa depannya di MotoGP, termasuk kemungkinan pensiun lebih cepat dari perkiraan banyak pihak.
Jumat, 9 Januari 2026 - 13:22 WIB
Marc Marquez
Sumber :
  • Ducati Corse

tvOnenews.com - Marc Marquez mulai membuka pembahasan soal masa depannya di MotoGP, termasuk kemungkinan pensiun lebih cepat dari perkiraan banyak pihak.

Juara dunia 9 kali itu mengakui faktor fisik akan menjadi penentu utama kapan dirinya memilih berhenti balapan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di usia 32 tahun, Marquez baru saja menuntaskan salah satu kisah comeback paling dramatis dalam sejarah MotoGP.

Marc Marquez
Marc Marquez
Sumber :
  • Ducati Corse

Ia sukses merebut gelar kelas utama ketujuhnya, lima tahun setelah cedera lengan parah pada musim 2020.

Cedera tersebut sempat mengancam kelanjutan kariernya dan memaksanya melewati masa pemulihan panjang.

Meski begitu, performanya kembali mencapai level tertinggi bersama Ducati pada musim lalu.

Walau absen di empat seri terakhir MotoGP 2025 akibat cedera bahu, Marquez tetap menyongsong musim 2026 sebagai favorit juara.

Status tersebut membuat masa depannya kembali menjadi sorotan, terlebih kontraknya dengan Ducati berakhir akhir musim ini.

Situasi itu juga bertepatan dengan rencana perubahan regulasi besar MotoGP pada musim 2027.

Dalam wawancara dengan La Sexta, Marquez secara terbuka membicarakan soal akhir kariernya sebagai atlet.

Marc Marquez
Marc Marquez
Sumber :
  • MotoGP

“Hal tersulit bagi seorang atlet adalah mengetahui kapan dan bagaimana pensiun, dan berapa lama harus terus berkarir,” katanya.

Ia menyadari keputusan pensiun tidak hanya soal prestasi, tetapi juga kondisi fisik jangka panjang.

“Saya sudah tahu saya akan pensiun lebih cepat karena tubuh saya akan mendorong saya lebih keras daripada pikiran saya,” ucap Marquez.

Pembalap Spanyol itu menilai mentalitasnya masih sangat kuat untuk terus bersaing di level tertinggi.

Namun, tuntutan fisik MotoGP dinilainya semakin berat seiring bertambahnya usia dan riwayat cedera.

“Kita berada di olahraga di mana cedera, karena semua risiko yang telah saya ambil, sangat baik kepada saya hingga tahap akhir ini,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya memahami sinyal tubuh setiap musim sebelum mengambil keputusan besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya harus memahami bagaimana kondisi tubuh saya setiap tahun, karena secara mental saya seperti roket,” tutup Marquez.

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Marquez mulai realistis menyiapkan akhir karier, meski performanya masih berada di puncak.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

SN tercatat overstay selama 248 hari sehingga diduga melanggar Pasal 78 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman mengungkap Timnas Indonesia sedang memantau pemain diaspora dari Jerman, Belanda, Australia hingga Amerika Serikat untuk masa depan skuad Garuda.
Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Polisi memindahkan penahanan oknum kiai cabul, Ashari (51), pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Pati ke Polda Jateng dengan alasan keamanan.
Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jawa Timur menggelar Bakti Sosial (Baksos) dan Bakti Kesehatan (Bakkes) di Balai Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Petugas menemukan SN dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 07.50 WIB saat melakukan pemeriksaan rutin di ruang detensi.
Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Pihak SMAN 1 Sambas mengeluarkan pernyataan sikap yang salah satu poinnya meminta agar panitia lomba cerdas cermat (LCC) 4 pilar MPR untuk pulihkan nama baik.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT