Jawaban Santai Bos Yamaha Soal Rumor Fabio Quartararo Hengkang ke Honda di MotoGP 2027
- REUTERS/Stephane Mahe
Jakarta, tvOnenews.com - Bos Yamaha, Paolo Pavesio memberikan jawaban santai soal rumor pembalap andalannya yakni Fabio Quartararo akan bergabung dengan Honda di MotoGP 2027.
Belakangan ini nama Fabio Quartararo tengah menjadi kabar hangat, usai dirinya disebut akan cabut dari Yamaha dan akan bergabung dengan Honda di bursa transfer MotoGP 2027 mendatang.
Selain itu Jorge Martin juga dikabarkan akan hengkang dari Aprilia Racing dan bergabung dengan tim Garpu Tala untuk menggantikan posisi Quartararo jika rumor ini benar adanya.
Paolo Pavesio sendiri sejatinya tak memberikan banyak respons karena saat ini Yamaha tengah fokus dengan pengembangan kuda besinya sekaligus tes pramusim MotoGP 2026, yang berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia.
Namun dirinya memberikan jawaban singkat nan santai. Bahwa dirinya berharap Fabio Quartararo tetap akan menjadi pembalap Yamaha di kleas premier.
"Saya berharap (Fabio Quartararo) tetap bersama kami. Sebenarnya saat ini saya tidak bisa memberikan banyak pernyataan soal silly season (bursa transfer MotoGP) karena kami sedang fokus tes penting seperti ini," kata Paolo, dilansir dari Speedweek.
"Namun di MotoGP semua orang berbicara dengan siapa saja dan ini adalah hal normal, baik bagi Fabio maupun Yamaha. Kita bukan di sepak bola Liga Champions dengan hampir seribu atlet profesional," tambahnya.
"Di sini (MotoGP) hanya ada 22 atlet, enam sampai delapan di antaranya adalah papan atas dan ada lima pabrikan. Jadi percakapan-percakapan (rumor) itu biasa terjadi." jelasnya lagi.
Di sisi lain, manajer pribadi El Diablo mengatakan bahwa memang ada pembicaraan dengan sejumlah tim. Namun hingga saat ini sang pembalap belum menandatangani kontrak apapun untuk MotoGP musim depan.
"Satu-satunya hal yang bisa saya pastikan adalah memang benar bahwa ada pembicaraan dengan beberapa tim, salah satunya Honda. Namun sampai saat ini, belum ada apa pun yang ditandatangani (oleh Quartararo)." kata Tomas Maubant, dilansir dari Canal+.
(nad)
Load more