Kepala BNN RI Tegaskan Narkoba Ancaman Serius Keamanan Nasional
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, menerima Gelar Doktor Honoris Causa (Dr. H.C.) dari Universitas Tarumanegara (Untar) atas dedikasi dan kontribusinya dalam memandang narkoba sebagai ancaman serius terhadap keamanan nasional dari perspektif ilmu hukum.
Penganugerahan gelar kehormatan tersebut digelar pada Sabtu (31/1/2026) di Auditorium Gedung M Lantai 8 Kampus I Untar, Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Suyudi menyampaikan orasi ilmiah bertema “Narkoba, Keamanan Nasional, dan Masa Depan Indonesia: Perspektif Ilmu Hukum.”
Suyudi juga mengatakan bahwa persoalan narkoba berkaitan erat dengan stabilitas keamanan negara dan keberhasilan pembangunan nasional.
“Ketika kita melihat begitu pekatnya hubungan antara permasalahan narkoba dan keamanan negara, maka urgensi penanganan narkoba turut menentukan berhasil atau tidaknya bangsa ini dalam menggapai Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Menurutnya, peredaran gelap narkotika telah menjadi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat, ketahanan sosial, perekonomian, hingga kedaulatan bangsa.
Dengan jumlah penduduk besar serta posisi geografis strategis, Indonesia kerap menjadi sasaran jaringan narkoba internasional.
Data Survei Nasional Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba Tahun 2025 yang dilakukan BNN bekerja sama dengan BPS dan BRIN memperlihatkan angka prevalensi tercatat sebesar 2,11 persen atau setara 4,15 juta jiwa usia produktif.
Di bidang pemberantasan, sepanjang 2025 BNN berhasil mengungkap 773 kasus narkotika, membongkar 63 jaringan narkoba, serta mengamankan 1.214 tersangka.
Barang bukti yang disita meliputi 2.193.412,73 gram ganja, 4.014.813,73 gram sabu, 365.579 butir pil ekstasi, dan 4.703,71 gram kokain.
BNN juga memusnahkan 127.800 meter persegi ladang ganja di Aceh dengan total 224.500 batang tanaman, serta mengungkap enam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan penyitaan aset senilai Rp144,1 miliar.
Selain itu, BNN menangkap 16 orang DPO, termasuk gembong narkoba asal Jawa Timur Dewi Astuti alias Mami.
Di bidang pencegahan, BNN terus memperkuat program Desa Bersinar, Keluarga Bersinar, dan Sekolah Bersinar yang sepanjang 2025 menjangkau ratusan desa, ribuan keluarga, serta ratusan sekolah.
Load more