News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

MotoGP Berubah Total di 2027, Toprak Razgatlioglu Adaptasi Lebih Awal di 2026

Regulasi teknis anyar membuat hampir seluruh pabrikan dan pembalap mulai menyusun langkah lebih awal, termasuk dalam urusan kontrak pembalap untuk MotoGP 2027
Selasa, 3 Februari 2026 - 15:45 WIB
Toprak Razgatlioglu di tes pramusim MotoGP 2026
Sumber :
  • Reuters

Jakarta, tvOnenews.com - Perubahan besar akan terjadi di MotoGP mulai musim 2027. 

Regulasi teknis anyar membuat hampir seluruh pabrikan dan pembalap mulai menyusun langkah lebih awal, termasuk dalam urusan kontrak. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Toprak Razgatlioglu (kanan) akan memperkuat Pramac Racing di MotoGP 2026.
Toprak Razgatlioglu (kanan) akan memperkuat Pramac Racing di MotoGP 2026.
Sumber :
  • Instagram/Toprak Razgatlioglu

Umumnya, kesepakatan di kelas utama MotoGP berdurasi dua tahun agar pembalap, tim, dan pabrikan memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi.

Sebagian besar pembalap papan atas saat ini masih terikat kontrak hingga akhir 2026. Artinya, negosiasi baru untuk periode berikutnya sudah mulai berjalan sejak sekarang. 

Situasi ini tak lepas dari revolusi teknis yang akan diterapkan pada 2027, mulai dari penurunan kapasitas mesin dari 1.000 cc menjadi 850 cc, pelarangan sasis dengan tinggi yang bisa disesuaikan, pembatasan ketat pengembangan aerodinamika, hingga pergantian pemasok ban dari Michelin ke Pirelli.

Menariknya, beberapa pembalap sudah lebih dulu mengamankan masa depan mereka. 

Johann Zarco, Diego Moreira, dan Toprak Razgatlioglu telah dipastikan memiliki kontrak untuk musim 2027, membuat mereka berada satu langkah di depan para rival. 

Keputusan Toprak naik ke MotoGP bahkan menuai perdebatan di paddock, dengan sebagian pihak menilai juara dunia Superbike itu terlalu cepat pindah kelas.

Namun, pembalap asal Turki tersebut punya pandangan berbeda. Baginya, musim 2026 menjadi fase penting untuk adaptasi sebelum era baru MotoGP dimulai.

Toprak Razgatlioglu saat di WorldSBK
Toprak Razgatlioglu saat di WorldSBK
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc.

"Saya pikir pindah pada 2026 lebih baik karena saya juga butuh waktu untuk beradaptasi dengan motor," kata Toprak di laman Speedweek.

"Sasis seperti ini benar-benar berbeda. Mungkin tahun ini saya akan belajar menikung dengan kecepatan yang lebih tinggi, dan itu bisa membantu saya," lanjutnya.

"Mungkin saya juga akan beradaptasi dengan ban Michelin, dan tahun depan bannya akan berbeda," jelas Toprak lagi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tapi itu bukan fokus saya, fokus saya adalah motornya. Dan saya juga harus mempelajari beberapa sirkuit yang belum saya kenal. Pada 2027, saya akan siap mengeluarkan potensi penuh saya," imbuhnya.

Toprak pun optimistis hasil akan mengikuti proses tersebut. Keyakinan itu turut diperkuat oleh perkembangan yang ditunjukkan Yamaha. 

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Khatam Kultur Suporter Garuda, Pelatih Jepang Antisipasi Pemain ke-6 Timnas Futsal Indonesia di Semifinal Piala Asia 2026

Khatam Kultur Suporter Garuda, Pelatih Jepang Antisipasi Pemain ke-6 Timnas Futsal Indonesia di Semifinal Piala Asia 2026

Jepang akan menjajal kekuatan Timnas Futsal Indonesia di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (5/2/2026). 
Kasus Anak Bunuh Diri, Komisi VIII DPR akan Panggil KemenPPPA dan Kemensos

Kasus Anak Bunuh Diri, Komisi VIII DPR akan Panggil KemenPPPA dan Kemensos

Buntuk kasus anak bunuh diri di NTT, KemenPPPA diminta segera menyusun program perlindungan psikologis anak, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan di wilayah 3T.
Gagal Total di Bursa Transfer Januari, Inter Milan Baru Bisa Datangkan Pemain Baru di Akhir Musim

Gagal Total di Bursa Transfer Januari, Inter Milan Baru Bisa Datangkan Pemain Baru di Akhir Musim

Inter Milan sudah gagal total di bursa transfer Januari karena tidak berhasil mendapatkan pemain baru. Namun Inter Milan bisa datangkan pemain baru akhir musim.
Respons Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Menkes Siapkan Layanan Psikologi Klinis

Respons Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Menkes Siapkan Layanan Psikologi Klinis

Merespons kasus anak SD bunuh diri di NTT karena tak mampu membeli alat tulis, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut pihaknya sedang menyiapkan layanan psikologi klinis.
Buntut Anak SD Gantung Diri di NTT, DPR RI Desak Audit Pemanfaatan DAK Perlindungan Anak di Daerah

Buntut Anak SD Gantung Diri di NTT, DPR RI Desak Audit Pemanfaatan DAK Perlindungan Anak di Daerah

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko soroti pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) terkait perlindungan anak, buntut kasus anak bunuh diri...
Buntut Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada NTT, DPR Usul Bansos Khusus Anak: Jangan Lagi Disamaratakan ke Semua

Buntut Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada NTT, DPR Usul Bansos Khusus Anak: Jangan Lagi Disamaratakan ke Semua

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko mengusulkan agar pemerintah mengevaluasi skema bantuan sosial (bansos) yang dikhususkan menyasar anak.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT