Yamaha Masih Terjebak Krisis di awal MotoGP 2026, Massimo Meregalli Kenang Masa Kejayaan Rossi-Lorenzo
- MotoGP
Jakarta, tvOnenews.com - Manajer tim Monster Energy Yamaha MotoGP Team, Massimo Meregalli, pernah merasakan masa kejayaan satu dekade lalu.
Pada akhir musim 2015, tim Yamaha yang diperkuat dua ikon MotoGP, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, berhasil meraih gelar juara dunia tim.

- Reuters
Meski gelar juara dunia pembalap saat itu direbut oleh Marc Marquez, para pembalap Yamaha tetap tampil dominan sepanjang musim dengan motor Movistar M1.
Sebelum dan sesudah periode tersebut, Meregalli juga beberapa kali menikmati kesuksesan bersama Yamaha.
Pria asal Monza, Italia, yang juga mantan pembalap Superbike itu pernah membawa Ben Spies meraih gelar juara dunia di ajang Superbike World Championship sebelum keduanya pindah ke paddock MotoGP World Championship.
Meski Spies tidak berhasil meraih gelar juara dunia MotoGP, masa kejayaan Yamaha di kelas utama kembali hadir bersama Lorenzo.
Pembalap Spanyol tersebut menjuarai MotoGP pada 2012 dan 2015 di bawah arahan Meregalli. Ia juga berada di pit box ketika Fabio Quartararo mencapai performa puncaknya dan meraih gelar juara dunia pada 2021.
Namun kini, Meregalli harus menghadapi situasi yang jauh berbeda. Dalam dua tahun terakhir, performa Yamaha menurun tajam dan memasuki musim 2026 dengan kondisi yang semakin memprihatinkan.
Selama tes pramusim di Asia, Meregalli beberapa kali harus menjelaskan kepada media setelah para pembalap Yamaha bahkan kesulitan turun ke lintasan.
Ketidakpastian teknis serta keterbatasan mesin membuatnya bersama direktur motorsport Yamaha, Paolo Pavesio, harus berperan sebagai manajer krisis.
Situasi tersebut tidak berubah saat seri pembuka musim, Thailand Grand Prix. Dalam seluruh sesi yang berlangsung, empat pembalap Yamaha tertinggal jauh dari para pesaing.
Hasil balapan pun berjalan sesuai kekhawatiran tim. Hanya berkat beberapa pembalap di barisan depan yang gagal finis, Quartararo dan Alex Rins mampu mengakhiri balapan di posisi ke-13 dan ke-14.
Pada balapan sprint, tidak satu pun pembalap Yamaha berhasil meraih poin kejuaraan. Quartararo bahkan finis di belakang rookie Honda, Diogo Moreira.
Load more