Bos Ducati Kembali Pertanyakan Penalti Buat Marc Marquez saat Sprint Race MotoGP Thailand 2026, Menurutnya....
- MotoGP
tvOnenews.com - Keputusan penalti yang dijatuhkan kepada Marc Marquez pada Sprint Race MotoGP Thailand 2026 masih memicu perdebatan hingga sekarang.
Insiden tersebut terjadi saat Marquez berduel sengit dengan pembalap KTM, Pedro Acosta, dalam perebutan posisi terdepan di Buriram.
Kontak ringan antara kedua pembalap itu membuat Steward memberikan hukuman kepada Marquez.
- Facebook/MotoGP
Ia dijatuhi penalti turun satu posisi karena dianggap mendapatkan keuntungan tidak adil setelah bersenggolan dengan Acosta.
Keputusan tersebut langsung menuai reaksi dari pihak Ducati.
Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, secara terbuka mempertanyakan hukuman yang diberikan kepada pembalapnya.
Menurut Tardozzi, manuver Marquez masih berada dalam batas wajar sebuah duel balap.
“Marc tidak menyentuh Pedro. Dia tidak keluar dari lintasan balap. Jadi, menurut saya ini tidak adil.” kata Tardozzi.
Namun setelah balapan selesai, kedua pembalap akhirnya mengonfirmasi bahwa memang sempat terjadi kontak ringan.
- MotoGP
Meski begitu, Marquez memilih tidak mengajukan protes resmi kepada Steward.
Biasanya langkah tersebut dilakukan pembalap yang merasa dirugikan oleh keputusan pengawas lomba. Marquez menjelaskan pandangannya mengenai insiden tersebut.
"Jika Steward menetapkan batasan di suatu tempat, kita harus beradaptasi. Jelas, itu adalah manuver yang hampir melanggar aturan. Bisakah itu dihukum? Ya, atau mungkin tidak?" kata Marquez.
"Pembalap yang mendapat hukuman akan selalu mengatakan tidak, dan pembalap lain mungkin mengatakan ya. Namun, dalam balap motor, terutama di dua lap terakhir, tingkat agresivitas selalu sedikit meningkat, dan semua orang berusaha bertahan sebisa mungkin," tambahnya.
“Saya tetap bangga dengan jalannya balapan.” tutup Marc Marquez.
(akg)
Load more