Valentino Rossi Bandingkan Perbedaan Nasib Dua Muridnya di MotoGP Musim Lalu! Pecco Terpuruk dengan Ducati, Sementara...
- MotoGP
tvOnenews.com - Legenda MotoGP, Valentino Rossi, kembali menyoroti perkembangan dua muridnya dari VR46 Academy di ajang MotoGP, Marco Bezzecchi dan Francesco Bagnaia.
Keduanya sama-sama lulusan akademi VR46, namun menjalani musim MotoGP 2025 dengan hasil yang sangat berbeda.
Marco Bezzecchi tampil mengesankan pada musim debutnya bersama Aprilia.
- ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA
Sebaliknya, Bagnaia yang pernah dua kali menjadi juara dunia justru mengalami musim yang sulit bersama Ducati.
Perbandingan performa keduanya dibahas Rossi dalam acara Hall of Fame dinner di Misano tahun lalu.
Acara tersebut turut dihadiri legenda balap seperti Giacomo Agostini, Casey Stoner, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, Kevin Schwantz, dan Freddie Spencer.
Dalam cuplikan yang dirilis MotoGP.com, Lorenzo menanyakan siapa pembalap VR46 yang sedang paling kuat saat ini.
"Saat ini, rider yang paling kuat adalah Bezzecchi," jawab Rossi.
Pedrosa mengaku terkejut melihat performa Bezzecchi setelah pindah dari Ducati ke Aprilia.
"Saya tidak menyangka akan seperti ini. Pindah dari Ducati... itu seperti membuat langkah mundur." kata Pedrosa.
- MotoGP
Tak membantah hal tersebut, rossi sepakat dengan Pedrosa, namun Rossi menilai jika Bezzecchi kini tengah dalam performa terbaiknya.
Rossi kemudian memuji dedikasi Bezzecchi saat berlatih di Moto Ranch miliknya di Tavullia.
"Bezzecchi adalah orang yang berlatih paling keras, juga di peternakan (tempat latihan), dia cepat," kata Rossi.
“Dia sangat fokus. Dia ingin menang. Sekarang. Dia sangat lapar. Menurut saya, dia melakukan pekerjaan yang hebat. Tapi Aprilia sedikit lebih buruk dari Ducati. Jadi, mengalahkan Marquez dengan motor yang lebih buruk? Tidak mungkin.” tambahnya.
Percakapan kemudian beralih ke Bagnaia yang tengah kesulitan.
"Sayangnya Pecco sedikit tersesat sekarang, padahal dia sangat kuat musim lalu (2024), sekarang dia memiliki beberapa kesulitan," ujar Rossi.
Sementara itu, Bezzecchi terus tampil impresif hingga akhir musim. Ia mengoleksi enam kemenangan dari Sprint Race dan Grand Prix untuk menutup musim lalu di posisi ketiga klasemen dunia.
(akg)
Load more