Awali F1 2026 dengan Hasil Buruk, Red Bull Gerak Cepat Lakukan Perombakan Teknis Sebelum Grand Prix Miami
- REUTERS/Issei Kato
tvOnenews.com - Tim Red Bull Racing bergerak cepat merespons hasil mengecewakan yang mereka dapatkan di awal mudim F1 2026 ini.
Hasil mengecewakan yang mereka dapatkan dari tiga balapan di awal musim F1 2026, membuat Red Bull langsung melakukan perombakan struktur teknis.
Ben Waterhouse dipromosikan menjadi Chief Performance dan Design Engineer yang kini melapor langsung kepada direktur teknis Pierre Wache.
- REUTERS/Issei Kato
Waterhouse bergabung sejak 2014 dari Sauber, sempat menjadi Deputy Technical Director di Toro Rosso, lalu memimpin teknik performa di Red Bull sejak 2017.
Tim menyebut langkah ini sebagai “evolusi” untuk memperkuat integrasi departemen sekaligus mempercepat lahirnya solusi kompetitif berperforma tinggi.
Selain itu, Andrea Landi akan masuk 1 Juli sebagai Head of Performance baru setelah sebelumnya berkarier di Ferrari dan Racing Bulls.
“Perubahan ini mendukung ambisi teknis jangka panjang Tim dan mencerminkan fokus berkelanjutan pada pengembangan bakat internal sambil menarik keahlian terkemuka dari seluruh olahraga,” tambah Red Bull.
Start musim yang berat membuat Red Bull terpuruk di posisi keenam konstruktor dengan 16 poin dari tiga seri pembuka.
Max Verstappen mengoleksi 12 poin, finis terbaik keenam di Australian Grand Prix.
Rekan setim barunya, Isack Hadjar, menyumbang empat poin di awal musim.
Keduanya mengeluhkan karakter pengendalian serta keseimbangan RB22 sepanjang tiga balapan pertama.
Situasi ini terjadi di tengah kabar hengkangnya Gianpiero Lambiase ke McLaren mulai 2028.
Sebelumnya, Red Bull juga kehilangan Rob Marshall, Will Courtenay, Adrian Newey, dan Jonathan Wheatley ke tim rival.
(akg)
Load more