FIA Bakal Uji Aturan Start Baru di F1 GP Miami 2026, Fokus Kurangi Risiko Kecelakaan Tanpa Untungkan Tim Manapun
- Facebook/F1
tvOnenews.com - FIA dikabarkan sudah menyiapkan uji coba prosedur start baru pada F1 GP Miami 2026 yang berlangsung pada akhir pekan ini.
Prosedur start baru itu diterapkan demi meningkatkan keselamatan.
Direktur balap single-seater FIA, Nikolas Tombazis, menjelaskan sistem ini melibatkan bantuan MGU-K saat akselerasi awal terlalu lambat.
- Facebook/F1
Tujuannya untuk mengurangi risiko insiden di detik-detik pertama lomba tanpa memberi keuntungan olahraga.
Fitur tersebut muncul dalam paket perubahan aturan unit daya yang disepakati para pemangku kepentingan pekan lalu.
Namun, komponen ini belum langsung dimasukkan ke regulasi karena masih membutuhkan pembuktian melalui pengujian.
“Pada dasarnya, ada deteksi seberapa baik mobil berakselerasi setelah beberapa saat setelah start,” katanya.
“Dan jika itu di bawah ambang batas tertentu, maka itu akan berlaku. Sebagai referensi, saya rasa itu akan campur tangan tahun ini dalam dua atau tiga kesempatan saja. Saya rasa itu tidak akan campur tangan, misalnya, pada awal buruk Verstappen di China.” lanjut Nikolas Tombazis.
“Hal itu pasti akan memengaruhi start Liam Lawson di Australia, tidak diragukan lagi. Saya rasa start Verstappen di China tidak akan berada pada ambang batas intervensi tersebut.” terangnya.
Tombazis menekankan tidak ada celah bagi pembalap untuk sengaja memanfaatkannya demi posisi.
"Nah, kami sudah menjelaskan bahwa pertama-tama, ini bukanlah mekanisme yang akan membuat orang, katakanlah, tergoda untuk melakukannya dengan sengaja, jika Anda mengerti maksud saya, untuk mendapatkan keuntungan yang lebih baik," katanya.
“Jadi, ini hanya akan mengubah awal yang buruk menjadi awal yang buruk. Ini tidak akan mengubah awal yang buruk menjadi awal yang baik.” lanjutnya.
Ia menambahkan opsi penalti sempat dibahas, namun tim menilai tidak diperlukan dalam skenario tersebut.
“Namun, jika kami melihat bahwa karena alasan apa pun kami telah melewatkan sesuatu, dan orang-orang mulai menggunakannya untuk keuntungan, maka tentu saja kami akan campur tangan. Tetapi kami tidak berpikir itu yang terjadi.” terang Nikolas Tombazis.
Load more