FIA Siap Kembalikan Mesin V8 ke Formula 1, Presiden FIA Berharap Hal Itu Bisa Terwujud di F1 2031
- Nathan Ray Seebeck-Imagn Images via REUTERS
tvOnenews.com - Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, mengungkapkan rencana untuk bisa mengembalikan mesin V8 ke gelaran F1.
Mohammed Ben Sulayem mengatakan jika rencana kembalinya mesin V8 ke Formula 1 semakin dekat terealisasi.
Sebagai informasi, F1 pernah memakai V8 pada 2006-2013 sebelum beralih ke turbo-hybrid V6 demi relevansi teknologi bagi pabrikan.
- Nathan Ray Seebeck-Imagn Images via REUTERS
Regulasi 2026 tetap mempertahankan V6 dengan pembagian tenaga listrik dan pembakaran hampir seimbang, namun dinilai terlalu kompleks.
Beberapa penyesuaian aturan sudah dicoba di F1 GP Miami 2026 untuk mengurangi gejala superclipping pada tiga seri awal.
Kini, diskusi siklus mesin baru 2031 menguat, dengan FIA menegaskan tidak ingin sepenuhnya bergantung pada keputusan pabrikan.
Ben Sulayem yakin V8 berbahan bakar berkelanjutan dengan elektrifikasi minimal bisa diperkenalkan paling cepat 2031, bahkan diupayakan setahun lebih awal.
“Itu akan datang, ya, itu akan datang. Pada akhirnya, ini hanya masalah waktu,” katanya.
“Pada tahun 2031, FIA akan memiliki wewenang untuk melakukannya, tanpa pemungutan suara dari PUM (Power Unit Manufacturer) Itulah peraturannya," lanjutnya.
“Tapi kami ingin mewujudkannya satu tahun lebih awal, yang sekarang diminta oleh semua orang. Ketika Anda mencoba memberi tahu mereka, mereka mengatakan tidak, tetapi apa yang akan terjadi, akan terjadi, dan itu akan kembali ke FIA.” tambahnya.
Ia menilai V8 lebih sederhana, ringan, bersuara khas, dan relevan dengan produksi mobil jalan raya.
“Anda akan segera mendengarnya, dan itu akan dengan elektrifikasi yang sangat, sangat minim, tetapi yang utama adalah mesinnya. V8 akan datang.” tutup Mohammed Ben Sulayem.
(akg)
Load more