Jorge Martin Disebut Lakukan Kesalahan Fatal, Bos Ducati Buka Suara soal Persaingan Gelar MotoGP 2026
- Aprilia
Jakarta, tvOnenews.com - Manajer Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, menilai kecelakaan Jorge Martin dalam Sprint Race MotoGP Australia 2026 menjadi kesalahan yang merugikan pembalap Aprilia Racing tersebut. Ia pun turut mengomentari soal persaingan perebutan gelar juara MotoGP 2026.
Jorge Martin sempat mengalami kecelakaan akibat terjatuh pada lap kedelapan setelah terlibat duel sengit dengan Marc Marquez dalam perebutan kemenangan, Sabtu (24/10/2026). Insiden ini pun membuat Marc akhirnya memenangi sesi sprint race MotoGP Australia 2026 tersebut.
Sedangkan Jorge Martin mengalami patah tulang radius distal di lengan kanannya dan harus melewatkan balapan utama, yang akhirnya dibatalkan karena kondisi cuaca serta jarak pandang yang tidak aman.
Davide Tardozzi pun turut mengomentari insiden tersebut, di mana ia mengakui Martin tampil sangat kompetitif sebelum kecelakaan yang dialami oleh Martinator terjadi, bahkan menilai persaingan dengan Marquez berpotensi berlangsung hingga lap terakhir.
Sayangnya kesalahan yang dilakukan pembalap asal Spanyol itu mengubah jalannya pertarungan sekaligus memengaruhi persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026.
"Martin membuat sebuah kesalahan, tapi dia sangat, sangat kompetitif, saya pikir ini akan menjadi pertarungan sampai akhir (antara Marc Marquez menghadapi Martin), tapi sayangnya, dia membuat kesalahan," kata Davide Tardozzi, dilansir dari laman resmi MotoGP.
Hasil di Australia membuat Marquez semakin kokoh di puncak klasemen sementara MotoGP 2026 dengan koleksi 365 poin. Ia kini unggul 10 poin atas Martin yang mengumpulkan 355 poin, sedangkan Marco Bezzecchi berada di posisi ketiga dengan 315 poin.
Saat ini Martin tengah berjuang keras agar bisa pulih dan tampil di seri balapan MotoGP Malaysia 2026, yang digelar di Sirkuit Sepang pada 30 Oktober hingga 1 November.
Bahkan pabrikan Aprilia menyebut bahwa Martin tengah berupaya pulih agar bisa kembali mengendarai motor, tetapi keputusan akhir tetap bergantung pada perkembangan kondisi fisik dan evaluasi medis.
Meski hal ini menguntungkan Ducati, namun Tardozzi menegaskan timnya tidak boleh meremehkan kekuatan Aprilia. Menurutnya, para pesaing masih memiliki kemampuan untuk memberikan tekanan dalam empat putaran terakhir musim ini.
"Kami tahu lawan kami sangat kuat. Mereka memiliki dua pembalap bersaing untuk gelar juara dunia. Jadi mereka memiliki segala hormat kami, karena kami tahu potensi mereka sebagai pabrik dan sebagai pengendara," ucap Tardozzi.
Ia juga mengatakan keyakinannya terhadap kekuatan tim Ducati dalam menghadapi persaingan menuju akhir musim.
"Tapi sekali lagi, kami adalah Ducati, kami selalu ada, dan kami memiliki Marc Marquez," imbuh pria asal Italia tersebut.
(ant/nad)
Load more