Saat Tragedi G30S PKI pada 1965, ke mana Soeharto? Ternyata inilah alasan yang membuat Presiden ke-2 RI itu tidak diculik di tengah situasi upaya mengkudeta pemerintah Presiden ke-1 RI, Soekarno.
Saat pecahnya G30S PKI, Mayjen Soeharto sebagai Pangkostrad justru seolah menghilang meskipun ramai isu Dewan Jenderal. Lantas, kemana sang pimpinan TNI pergi?
Keberadaan Mayjen Soeharto yang saat itu menjabat Pangkostrad menuai tanya lantaran 'menghilang' ketika peristiwa kelam G30S/PKI terjadi pada 30 September 1965.
Sebuah surat tanpa tanda tangan bertanggal 24 Maret 1965 datang di rumah Dr.Subandrio, sekitar bulan Mei ditahun yang sama. Nama pembuat surat itu adalah Sir Andrew Gilchrist, Duta Besar Inggris (1963-1966) untuk Indonesia.Â
Surat disebut mengatakan bahwa Inggris dan Amerika Serikat merencanakan suatu serangan terhadap Indonesia, yang akan dibantu oleh âour local army friendsâ.
Mahkamah Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat memutuskan Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon tidak bersalah atas pernyataannya menyebut TNI seperti 'gerombolan'
Effendi Simbolon mengaku telah minta maaf secara langsung ke Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Namun belum direspon oleh KSAD Jenderal Dudung Abdurachman
Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) akan memanggil Anggota Komisi I Fraksi PDIP Effendi Simbolon besok, Kamis (15/9/2022) setelah menyebut TNI segerombolan ormas.
Ucapan Effendi Simbolon dianggap telah melecehkan prajurit-prajurit karena menyamakan TNI dengan gerombolan, dan efeknya memicu reaksi keras dari prajurit TNI.
Sjam Kamaruzaman, Kepala Biro Khusus Partai Komunis Indonesia (PKI) menyatakan rasa optimisnya, telah menghimpun kekuatan militer untuk mendukung G30S PKI.
Jenderal Nasution yang kenyang dengan berbagai medan pertempuran itu dihadapkan pada situasi yang genting, ketika pasukan G30S PKI menyerbu kediamannya.
Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polda Metro Jaya, BNNP DKI Jakarta, dan BNNK Jakarta Utara juga turut menyita aset milik Gembong Narkoba berinisial MR alias Bos Gendut di Kampung Bahari.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto melayangkan laporan terhadap 73 akun media sosial ke Bareskrim Polri, pada Kamis (13/8/2026), terkait pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong atau hoaks.
Lisa Mariana bereaksi keras karena namanya kembali dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi yang sempat menyeret mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Kejutan besar datang dari susunan staf kepelatihannya, di mana nama Patrick Kluivert sempat digadang-gadang kuat mendampingi Xavi Hernandez di Timnas Belanda.