Selain harga kedelai yang melonjak, kenaikan juga terjadi pada harga plastik pembungkus. Bahkan, harga plastik disebut mengalami kenaikan hingga 100 persen dibandingkan sebelumnya.
Pusat Koperasi Produsen Tahu Tempe (Puskopti) Jawa Tengah, meminta pemerintah turut campur dalam mengendalikan harga kedelai yang dinilai tidak stabil.
Lonjakan harga kedelai membuat para pelaku usaha kecil menengah (UKM), khususnya perajin tahu di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kini tengah dirundung kecemasan.
Harga kedelai impor melonjak tajam membuat produsen tahu dan tempe di Sidoarjo menjerit. Kenaikan bahan baku utama ini memaksa pabrik mengecilkan ukuran produk.
Harga kedelai impor di Kudus masih tinggi. Produsen tahu tempe pun mengurangi produksi agar tidak terus merugi. Juga karena ada penurunan permintaan konsumen.
Di tengah gejolak harga kedelai serta kelangkaan minyak goreng, pedagang tempe mendoan di kota Salatiga, Jawa Tengah mengaku terpaksa menaikkan harga jualannya.
Akibat mahalnya harga kedelai di pasaran dalam tiga pekan terakhir ini, membuat sejumlah pemilik pabrik tahu rumahan di Kabupaten Probolinggo mengeluh, bahkan terancam gulung tikar.
Melambungnya harga kedelai akhir-akhir ini membuat perajin tahu di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, semakin kesulitan mempertahankan produksi usaha mereka.
Naiknya harga bahan baku kedelai impor membuat perajin tahu di Kudus Jawa Tengah mengeluh. Untuk tetap bertahan mereka terpaksa menaikkan harga tahu di pasaran,
Belum selesai dengan harga minyak goreng kemasan, industri tahu dan tempe kini dihadapkan dengan mahalnya harga kedelai. Para perajin inipun terancam bangkrut.
Protes ke pemerintah karena lonjakan harga kedelai, seratusan perajin di sentra industri tempe Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Banyumas, mogok produksi.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto melayangkan laporan terhadap 73 akun media sosial ke Bareskrim Polri, pada Kamis (13/8/2026), terkait pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong atau hoaks.
Lisa Mariana bereaksi keras karena namanya kembali dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi yang sempat menyeret mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Pengusaha muda asal Medan, Insanul Fahmi, mengungkap perubahan besar dalam perjalanan hidup dan bisnisnya setelah konflik rumah tangganya dengan Wardatina Mawa.