Situasi sosial yang berkembang di tengah masyarakat saat ini terus menjadi perhatian berbagai kalangan, termasuk para konten kreator dan pengguna media sosial.
Kabar terbaru soal penggunaan media sosial di Indonesia, disiapkan Pemerintah aman untuk anak. Ini pun juga didukung Pemerintah daerah, seperti Dedi Mulyadi.
Baru-baru ini mencuat soal kabar platform media sosial X menuntaskan pembayaran denda administratif sejumlah hampir Rp80 juta atas keterlambatan dalam pemenuhan
TikTok diduga mengoperasikan exchane kripto yang tidak terdaftar alias ilegal di Inggris. Lembaga Financial Conduct Authority (FCA) sedang melakukan pengawasan.
Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan perundungan siswa SMP di Buton, kini pihak Kecamatan dan Sekolah upayakan mediasi antara korban dan pelaku.
Solusi yang dapat ditawarkan adalah, pemerintah dalam hal ini kementerian perdagangan untuk membuat regulasi yang menjawab keluhan masyarakat/pelaku bisnis UMKM
Viral video mengenai dedengkot atau pimpinan Pondok Pesantren Mahad Al Zaytun (Ponpes Al-Zaytun), Panji Gumilang bentak-bentak orang yang diduga anggota polisi berpakaian preman.Â
Pelajar SMP dilaporkan ke polisi karena menyebut Pemkot Jambi "kerajaan Firaun." KPAI minta laporan tersebut dicabut. Pemkot sudah memaafkan, tapi masih proses.
Kepala Kantor Imigrasi (Kanim) Jakarta Selatan, Winarko akan dipanggil KPK usai ditemukannya uang 8.500 Dolar Singapura di dalam ruangannya oleh penyidik.
Puluhan peserta dari berbagai universitas dan organisasi ekstra kampus di Yogyakarta mengikuti kegiatan focus group discussion (FGD) '81 Tahun Merdeka, 19 Tahun Menuju Indonesia 2045'.
Setelah kegagalan Timnas Korea Selatan di Piala Dunia hingga keputusan aneh pada sanksi pelatih Persija, Shin Tae-yong, kali ini KFA terkena skandal seksual.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membawa ratusan produk hasil penelitian ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, sebagai bagian dari pemaparan inovasi kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.
Di tengah tingginya jumlah penyandang diabetes, jutaan pasien masih kesulitan menjalani pengobatan dan pemantauan secara berkelanjutan, sehingga risiko komplikasi masih tinggi.