Terdakwa kasus dugaan korupsi pengalihan kuota haji tambahan periode 2023â2024, mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, membantah keras tuduhan yang mengarah
Adapun penambahan kuota haji khusus tersebut bertentangan dengan ketentuan hukum karena bertujuan untuk memenuhi permintaan para Penyelenggara Ibadah Haji Khusus atau PIHK.
Yaqut dibantarkan karena mengalami sakit pencernaan sejak beberapa hari lalu. Pembantaran ini ditengah proses hukum kasus korupsi kuota haji sedang berjalan.
Ia mengatakan KPK meyakini dokter dan tim medis RS Polri dapat bertindak cepat dan profesional sehingga mantan Menteri Agama tersebut dapat segera pulih...
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertegas bahwa eks Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas dapat aliran dana dalam kasus korupsi kuota haji setelah ditetapkan dua tersangka baru dari pihak swasta.
Eks Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas rampung diperiksa hari ini oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi kuota haji.
Eks Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas hari ini kembali menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), setelah dilakukan pengalihan penahanan.
Mantan staf khusus Menteri Agama (Menang), Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), Ishfah Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi kuota Haji 2023-2024, Selasa (17/3/2026).
Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.