Dua oknum prajurit TNI Angkatan Darat (AD) yang terlibat penembakan terhadap tiga anggota polisi di Kabupaten Way Kanan, Lampung, resmi dilimpahkan ke Pengadila
Kuasa hukum keluarga almarhum Vina buka suara soal para terpidana kasus kematian Vina yang ajukan peninjauan kembali (PK). Tak akan tinggal diam, ini kata Putri
Kuasa Hukum terpidana Saka Tatal, Farhat Abbas mengatakan polisi menutupi sesuatu dalam penanganan kasus pembunuhan Vina Cirebon yang terjadi pada 2016 silam.
Ini alasan pengacara Putri Maya Rumanti bantu keluarga Vina, hingga Nikita Mirzani sindir royalti film Vina: Sebelum 7 Hari, merupakan dua artikel populer.
Eks Kabareskrim Polri, Susno Duadji ikut menyoroti soal kasus pembunuhan Vina Cirebon, yang kini menjadi perhatian publik dan 2 DPO dihilangkan namanya. (30/5).
Unggahan media sosial Facebook pelaku pembunuhan Vina Cirebon, Pegi Setiawan menjadi sorotan warganet hingga alasan Putri Maya Rumanti bantu keluarga Vina.
Dibalik aksinya membela keluarga Vina, Putri Maya Rumanti memiliki alasan mengapa ia sangat ingin membantunya. Dirinya juga menjadi keluarga korban pembunuhan
Kasus Vina Cirebon kini memasuki babak baru setelah kasus pembunuhan yang terjadi 8 tahun lalu ini kembali menjadi perhatian publik, masih ada pelaku buron.
Nama Kuasa Hukum keluarga Vina, Putri Maya Rumanti ikut disorot oleh publik karena aksinya yang tegas ketika membela keluarga Vina, ternyata punya cerita kelam
Kasus Vina Cirebon memasuki babak baru setelah kasus pembunuhan yang terjadi 8 tahun lalu ini jadi perhatian publik, setelah film Vina: Sebelum 7 Hari viral.
Kuasa hukum keluarga Vina kecewa setelah polisi menghapus dua nama DPO pembunuhan dan hanya menjadi Pegi alias Perong. Presiden Jokowi pun ikut dimintai jawaban
Kuasa Hukum Keluarga Vina mengungkapkan telah mengantongi nama lain selain para terpidana yang terlibat kasus pembunuhan tahun 2016 silam di Cirebon. Siapa?
Wanita Surabaya, WS mengadu ke Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) imbas jadi korban penipuan & perampokan lewat love scamming warga Cirebon keturunan Kamerun.
Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diadakan MPR RI masih menjadi perhatian publik. Kini SMAN 1 Sambas menjadi sorotan
Utas akun media sosial Threads @zvanniisygg mengaku sebagai keluarga Josepha Alexandra, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar viral.
Setelah menyatakan mundur dari perlombaan ulang babak final Lomba Cerdas Cermat dari MPR RI, SMAN 1 Pontianak mengenang masa kemenangannya pada tahun 2025.
Teka-teki lima calon naturalisasi Timnas Indonesia makin panas, dua nama mulai bocor dan tiga sosok lain disebut punya profil tak biasa untuk Garuda masa depan.