Tragedi menimpa mahasiswa Universitas Udayana, Timothy Anugerah, yang meninggal dunia di Rumah Sakit Sanglah, Bali. Pesan sebelum menghembuskan nafas terakhir.
Timothy Anugerah adalah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unud angkatan 2022, yang diduga meninggal dunia karena bunuh diri (Bundir).
Suasana duka masih menyelimuti Universitas Udayana. Di tengah kehilangan itu, polisi akhirnya mengungkap titik terang di balik kematian Timothy Anugerah Saputra
Ibunda Timothy Anugrah, Sharon, tulus memaafkan para pembully anaknya dan bahkan menganggap mereka sebagai anak sendiri. Hanya satu keinginannya ke pelaku.
Inilah profil Vito Simanungkalit, mahasiswa Unud yang justru dianggap seperti anak sendiri oleh ibu Timothy Anugerah meski kedapatan membully putra kandungnya.
Bukannya marah-marah, ibunda Timothy Anugerah justru perlakukan begini mahasiswa yang bullly anaknya setelah ditemukan jatuh dari lantai 4 gedung FISIP Udayana.
Polisi masih menyelidki misteri di balik kematian mahasiswa Unud, Timothy Anugerah Saputra yang disebut meninggal karena bunuh diri. Namun, kendala muncul.
Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Seorang santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati akhirnya bicara kepada publik terkait modus Kiai Ashari sebelum melancarkan aksinya dengan mencabuli para korban.
Seorang santriwati dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati mewakili 50 korban membeberkan alasan kenapa para korban mau menuruti permintaan temani tidur Kiai Ashari.
Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Langkah unik diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam menangani trauma psikologis yang dialami 18 siswi SMKN 2 Garut usai rambut mereka dipotong secara sepihak di sekolah,