- Istimewa
Soal Konflik Pulau Rempang, Gatot Nurmantyo Mengingatkan Cakap Jokowi tentang Konsesi Lahan
"Ini Tulis ini, TNI di Rempang, ini beredar di mana-mana. Tu bawa pedang dan bawa golok itu. Coba bayangkan?" pungkas Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo.
Masih lanjut dia jelaskan, bahwa video tersebut viral di mana-mana. Bahkan Gatot Nurmantyo menyebutkan hal itu kabarnya terjadi di Rempang.
"Padahal itu adalah video sosio drama, dalam rangka memperingati proklamasi Republik Indonesia. Hanya salahnya TNI di situ, dia memerangkan Belanda pakai pakian TNI, kemudian benderanya hanya di lengan saja itu. Lengannya merah putih biru," jelas Gatot Nurmantyo sambil tertawa.
"Kemudian, menunjukan Belanda hanya bertanda di lengannya hanya ada merah putih biru, dan video itu beredar di mana-mana. Disebut pula perlakuan TNI pada Rakyat di Rempang, padahal itu bukan," sambung Gatot Nurmantyo menjelaskan.
Jadi, Gatot Nurmantyo katakan, harus mengacungkan jempol kepada BP Batam. Hal ini lantaran BP Batam kata dia begitu bernisiatif.
"Bernisiatif mengambil jalan tengah, bahwa menggunakan uang yang dapat dari hasil sewa kurang lebih ada satu triliun lebih," ujarnya.
Namun yang permasalahannya adalah katanya, bila warga yang sudah menempati lahan tersebut sudah dengan waktu yang lama.
"Sudah dikasih tahu ganti ruginya seperti ini, seperti ini, kemudian sudah tenang-tenang, tiba-tiba dikasih waktu satu bulan. Namun belum satu bulan, sudah digusur," ujar Gatot Nurmantyo.
Jadi, Gatot Nurmantyo katakan, pelanggaran HAM berat saat ini sudah terjadi.
"Bagaimana kondisi seperti ini, bagaiman cari makannya nanti, biasanya cari makan di laut situ contohnya. Kemudian dengan komunitasnya, keterikatan dengan tanah itu kan sudah luar biasa," ujar Gatot Nurmantyo.
Lanjut Gatot Nurmantyo jelaskan, bahwa penggusuran itu dilakukan harus sudah selesai adanya ujian. Namun kenyataannya, malah masih dalam kelas dilakukan seperti itu.
"Kemudian tidak boleh menggunakan alat-alat persenjataan, jadi dengan tangan kosong. Saya mengingatkan ini, jangan sampai negara kita ini dikutuk oleh seluruh dunia, bahwa kita pelanggar HAM berat," pungkas Gatot Nurmantyo.
"Diblock semua pula nanti produsen Idonesia ke mana mana, makin sengsara kita nanti," ujarnya.